Pihak Kafe BUM: Tak Ada Pemerasan β

Pattallassang, Jurnalsepernas.id β GONJANG-ganjing terhadap dugaan pemerasan yang dialamatkan kepada oknum Lembaga Swdaya Masyarakat (LSM) terhadap Kafe BUM di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) kian memanas.
Betapa tidak, isu tersebut mencuat setelah salah satu media online tak mematuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) memuat pernyataan yang menyebut dugaan peredaran minuman keras (miras) di lokasi itu sengaja dihembuskan, karena permintaan sejumlah uang tidak dipenuhi pihak Kafe BUM, (Fitnah, red.).
β
βTerkait ramainya pemberitaan isu pemerasan, pihak pengelola Kafe BUM membantah narasi tersebut.
Rangga, yang disebut sebagai orang kepercayaan pengelola, mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang menyampaikan tudingan tersebut ke media, sebab pihak Kafe BUM tidak pernah mengundang wartawan untuk konferesi pers menyampaikan adanya pemerasan di perusahaannya.
β
ββYang menyatakan siapa? Saya sudah tidak bisa bedakan mana yang rekan, mana yang musuh,β ujar Rangga saat dikonfirmasi.
β
Lanjut βRangga menegaskan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi terkait adanya dugaan pemerasan oleh oknum LSM maupun keterlibatan media.
β
βMenurut Rangga, isu yang beredar di sejumlah media online justru berasal dari oknum tertentu yang tidak diketahui identitas dan afiliasinya dengan pihak kafe.
β
ββHanya oknum yang buat berita seperti itu, kami tidak tahu siapa,β jelas Rangga heran.
β
βDiketahui oknum wartawan yang disebut kerap sering datang ke lokasi pada malam hari, kemungkinan ingin menjadi pahlawan kesiangan supaya di servise pihak kave.
β
βMeski demikian, Rangga tidak merinci lebih jauh identitas oknum yang dimaksud. Ia hanya menekankan bahwa pihak pengelola tidak pernah memberikan keterangan atau pernyataan yang menuduh adanya pemerasan oleh LSM.
β
βPolemik ini menambah panjang sorotan terhadap aktivitas di Kafe BUM, yang sebelumnya juga dikaitkan dengan dugaan peredaran minuman keras di wilayah tersebut.
Pewarta: Tim
Editor : Loh












