Mengapa AS Musuhi Iran?

Teheran, Jurnalsepernas.id – KETEGANGAN panjang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berakar dari Revolusi Islam 1979 yang mengubah Iran dari sekutu menjadi musuh bebuyutan.
AS membenci dan memusuhi Iran karena ideologi anti-Barat, krisis penyanderaan kedutaan, dan program nuklir yang dikhawatirkan, pendanaan kelompok milisi di Timur Tengah (Timteng), serta upaya Iran melawan dominasi AS di kawasan tersebut.
Secara Rinci, Berikut Alasan Utama Konflik AS-Iran
Revolusi Islam 1979 dan Krisis Sandera yakni penggulingan Shah Iran, Reza Pahlewi (sekutu AS) oleh Ayatollah Khomeini dan penyanderaan 52 staf kedutaan AS selama 444 hari memutuskan hubungan diplomatik kedua negara.
Program Nuklir Iran
AS dan sekutunya (khususnya Israel) menganggap Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir, yang dianggap sebagai ancaman global, meskipun Iran bersikeras program tersebut untuk tujuan sipil.
Pengaruh di Timur Tengah
Iran adalah pendukung utama kelompok seperti Hizbullah dan militan lain yang melawan kepentingan AS dan sekutunya (seperti Israel) di kawasan tersebut.
Sentimen Anti-Barat
Ideologi Republik Islam Iran menjadikan sikap anti-Amerika sebagai pilar pertahanan diri dan alat untuk mengonsolidasikan kekuasaan domestik.
Konflik Militer
Pembunuhan jenderal Iran Qassem Soleimani oleh AS pada 2020 memperdalam permusuhan, dengan Iran sering menyerang pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.
Di tahun 2026, ketegangan ini masih tinggi dengan serangan rudal yang kembali meletus antara AS-Israel dan Iran, seringkali terkait dengan kekhawatiran AS atas pengembangan nuklir Iran dan persaingan pengaruh militer. (Sumber: Kantor Berita Iran, IRNA)
Pewarta/Editor: Loh












