Anwar Hafid, dari Kades Jadi Gubernur

Palu, Jurnalsepernas.id – PERJALANAN hidup seseorang hingga meraih sukses memang tidak ada bisa menebak, hanyalah orang yang ulet dan konsisten memperjuangkan mimpinya yang bisa menapaki hidup yang direncanakan.
Itulah sosok Anwar Hafid, konsistensi dan dedikasi tampaknya menjadi kunci utama. Siapa sangka, pria yang mengawali karier pengabdiannya sebagai seorang Kepala Desa (Kades) di pelosok Luwu, kini resmi menyandang status sebagai orang nomor satu di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
Kisah Anwar Hafid bukan sekadar tentang perebutan kursi kekuasaan, melainkan tentang pembuktian bahwa seorang birokrat yang berangkat dari titik nol bisa mencapai puncak kepemimpinan tertinggi di daerahnya.
Sang Kades
Lahir di Wosu pada 1969, Anwar Hafid adalah putra daerah yang memahami betul denyut nadi masyarakat bawah.
Kariernya dimulai dari posisi yang paling bersentuhan langsung dengan warga, yakni sebagai Kepala Desa Rantebala (1992–1997).
Pengalaman menjadi Kades inilah yang membentuk karakter kepemimpinannya. Ia belajar mendengarkan keluh kesah petani, memahami sulitnya akses kesehatan di desa, dan melihat betapa mahalnya pendidikan bagi warga kurang mampu.
Jenjang kariernya kemudian merangkak naik menjadi Sekcam, Camat, hingga menjadi Asisten di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur (Lutim).
Nama Anwar Hafid mulai menjadi buah bibir nasional saat ia terpilih menjadi Bupati Morowali, Sulteng pada tahun 2007.
Di saat banyak daerah masih berkutat pada rencana, Anwar langsung melakukan gebrakan nyata dengan meluncurkan program Pendidikan Gratis dari tingkat SD hingga SMA pada tahun 2008.
Tidak berhenti di situ, ia juga menghadirkan program Kesehatan Gratis. Di periode keduanya, ia melangkah lebih jauh dengan menghadirkan program Kuliah Gratis bagi putra-putri Morowali.
Inovasi “Serba Gratis” ini bukan sekadar janji kampanye, melainkan kebijakan terukur yang terbukti meningkatkan kualitas hidup masyarakat Morowali secara signifikan.
Setelah tuntas mengabdi dua periode di Morowali, langkah politiknya semakin mantap.
Pada 2019, ia terpilih menjadi Anggota DPR-RI. Di Jakarta, ia aktif menyuarakan pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan rakyat melalui Komisi V.
Namun, kecintaannya pada tanah kelahiran memanggilnya pulang. Melalui gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, Anwar Hafid yang berpasangan dengan Reny Lamadjido berhasil memenangkan hati rakyat Sulawesi Tengah.
Ia resmi dilantik menjadi Gubernur Sulawesi Tengah pada 20 Februari 2025.
Selain piawai dalam berpolitik, Anwar adalah seorang akademisi sejati. Ia merupakan lulusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) kini Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang tidak pernah berhenti belajar hingga meraih gelar Doktor (S-3) Ilmu Pemerintahan di IPDN pada tahun 2023.
Latar belakang pendidikan ini membuatnya menjadi sosok Gubernur yang tidak hanya bekerja dengan hati, tetapi juga dengan landasan keilmuan yang kuat.
Kisah Anwar Hafid mengajarkan kita satu hal: proses tidak pernah mengkhianati hasil. Dari mengurus administrasi desa hingga kini mengurus satu provinsi, Anwar Hafid membuktikan bahwa pemimpin besar lahir dari pengabdian kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Kini, di bawah nakhodanya, masyarakat Sulawesi Tengah menanti tangan dingin sang “Pelopor Pendidikan Gratis” ini untuk membawa perubahan besar bagi masa depan Bumi Tadulako. (Sumber: Wikipedia).
Pewarta: Nasrul Koto
Editor : Loh












