Kenang Penjara Boven Digoel

Tanah Merah, Jurnalsepernas.id – MENGENANG penjara di zaman kolonialis Belanda, ada sekitar 1.308 pejuang pergerakan nasional Indonesia dibuang ke kamp pengasingan Boven Digoel, Papua, yang didirikan Belanda pada 1927.
Tempat ini merupakan penjara alam yang ganas, menampung aktivis politik anti-kolonial, termasuk tokoh nasional seperti Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir yang diasingkan pada 1935.
Jumlah tahanan tercatat hingga 1.308 orang pernah diasingkan ke wilayah ini.
Tokoh Penting yang pernah merasakan tempat ihi adalah
Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Sayuti Melik, Maskun, Ali Archam, dan Mohamad Bondan.
Penjara ini dikenal sebagai “neraka” karena dikelilingi hutan rimba, nyamuk malaria, dan ancaman buaya, yang sengaja dirancang Belanda untuk mematahkan semangat pejuang.
β·
Tujuan Belanda mendirikan tempat ini untuk
pengasingan bagi mereka yang dianggap musuh berbahaya pemerintah kolonial Belanda.
Penjara Boven Digoel menjadi simbol penindasan Belanda yang brutal terhadap tokoh kemerdekaan Indonesia.
Kabupaten Boven Digoel saat ini berada di Provinsi Papua Selatan, sebuah wilayah yang kaya akan keindahan alam dan budaya, menyimpan banyak cerita menarik yang belum banyak diketahui publik.

Salah satu wilayah yang menjadi sorotan adalah Boven Digoel, sebuah kabupaten di Provinsi Papua Selatan yang kerap disebut sebagai βpermata tersembunyiβ karena pesona-nya yang luar biasa namun belum banyak terekspos.
Kabupaten Boven Digoel, merupakan salah satu kota sejarah perjuangan bangsa, di masa kolonial Belanda daerah ini dijadikan sebagai tempat pembuangan atau pengasingan bagi tokoh – tokoh penting bangsa Indonesia, salah satunya, Wakil Presiden pertama Indonesia Mohammad Hatta. Selain itu Boven Digoel Terletak di kawasan perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini. (Sumher: Wikipedia).
Pewarta/Editor: Loh












