Hukum - Ham

Baharuddin Andi Dirikan Kantor Law Firm

Makassar, Jurnalsepernas.id— MANTAN Kepala Kepolisian Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol (Purn) Dr.Burhanuddin Andi, SH, MH dulu berprofesi sebagai penegak hukum (Polisi, red.), tugasnya memberantas pelanggar hukum. Kini, menjadi advokat, perannya pembela pencari keadilan.

Kini setelah purnawirawan dari Polri dengan bintang dua dibahu, membuka Kantor Law Firm Dr Burhanuddin Andi dan Partners (Law Firm Buhanuddin Andi).

Pada profesi barunya,berbeda dengan tugasnya yang dulu memberantas pelanggar hukum, kini dalam bidang yang sama, membela pelanggar hukum, namun dari penzaliman oleh aparat, dimana mantan Ia cukup paham saat bertugas di Polri, dia melihat hukum secara formal.

Usai pensiun dari Polri dan punya banyak waktu berkeliling, Puang Bur sapaan akrab Burhanuddin Andi melihat perspektif yang berbeda dalam penegakkan hukum.

Bertahun-tahun berinteraksi dengan warga, dia menemukan masih banyak ketimpangan hukum. Banyak warga yang mempunya masalah hukum, namun tidak memiliki kemampuan untuk mencari keadilan.

“Banyak warga yang masih merasa tersalimi oleh penguasa atau orang kuat, namun tidak memiliki kemampuan mendapatkan keadilan hukum,” kata mantan Kapolda Sulawesi Selatan 2013-2014 ini.

Kepincangan hukum yang terjadi di masyarkat menjadi memotivasinya mendirikan Kantor Law Firm Irjen Pol Purnawirawan Burhanuddin Andi.

“Tekad saya membantu masyarakat yang tersalimi mendapatkan hak-haknya. Termasuk memberantas mafia hukum dan mafia tanah. Ini juga sejalan dengan instruksi Bapak Presiden Joko Widodo,” ujarnya.

Dia menceritakan kepincangan hukum ini menyebabkan orang yang lemah terkadang tidak mendapatkan hak-haknya dalam keadilan hukum.

“Waktu pensiun saya punya banyak waktu bergaul dengan masyarakat. Berinteraksi dengan masyarakat, mulai dari masalah sosial, ekonomi, hingga persoalan hukum,” kata Puang Bur.

Mengapa memilih profesi lawyer? Puang Bur tegas mengatakan, sebagai doktor hukum ia merasa punya kewajiban moral mengamalkan kepada masyarakat. Memberi edukasi dan memberi pembelaan hukum kepada masyarakat yang lemah untuk mendapatkan keadilan.

Nah, dengan profesi itu, Puang Bur yang dulu berhadapan dengan pengacara, kini akan berhadapan dengan aparat penegak hukum.

“Tentu sangat berbeda. Sebagai aparat tentu kita melihat hukum dalam kacamata formal. Sebagai lawyer, kita melihat perspektif hukum yang berbeda,” ujarnya.

Baginya, pilihan menjadi lawyer adalah profesi mulia dan sebagai pengabdian kepada masyarakat. “Pilihan ini adalah pengabdian terakhir untuk membela hak-hak masyarakat yang mencari keadilan. Untuk membela masyarakat yang tersalimi aparat atau mafia tanah dan mafia hukum,” ujarnya.

Mafia tanah dan mafia hukum di mata Puang Bur masih butuh penanganan serius. Karena itu, sebagai lawyer pria yang dipanggil Puang Bur ini, mendukung penuh instruksi Presiden Joko Widodo untuk memberantas mafia tanah dan mafia hukum.

“Masyarakat yang menjadi korban akan kami bela untuk mendapatkan hak-haknya dalam hukum. Ini juga sebagai bentuk memberantas mafia hukum dan mafia tanah,” tegas lawyer kelahiran Soppeng, 26 April 1959 silam.

Puang Bur resmi menjadi advokat setelah Pengadilan Tinggi (PT) Makassar mengambil sumpah pada Selasa, 15 Maret 2022.

Rencananya, Puang Bur akan meresmikan Kantor Law Firm Dr H. Burhanuddin Andi SH, MH pada Sabtu 11 Juni 2022 di Jl. Sultan Alauddin, Kompleks Ruko Permatasari No.33 Kota Makassar.

Pewarta/editor: Loh

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
Close