Presiden Reshuffle Kabinet

Jakarta. Jurnalsepernas.id – PRESIDEN Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto merombak jajaran Kabinet Merah Putih, pada Kamis, (01/10).
Sejumlah pejabat yang disebut bakal memangku jabatan baru telah hadir di Istana Merdeka Jakarta pada pukul 14.00 WIB.
Ini merupakan reshuffle ketujuh yang berlangsung dalam rentang dua tahun masa pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Perombakan kabinet merupakan hak prerogratif Presiden yang sepenuhnya diatur dan dijamin oleh konstitusi.
Tujuan dari perombakan kabinet adalah evaluasi kinerja yang dinilai kurang efektif atau tidak mencapai target, ada juga terkait kebutuhan politik, dan efisiensi pemerintahan.
Berikut Daftar Pejabat Baru yang Dilantik:
1. Bahlil Lahadalia kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM.
2. Sugiono kini menduduki posisi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
3. Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
4. Arrmanatha Nasir menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.
5. Muhammad Sarmuji resmi dilantik sebagai Menteri Perindustrian.
6. Drajad Hari Wibowo menempati posisi sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
7. Nurkholisoh Ibnu Aman menempati jabatan sebagai Wakil Menteri Keuangan.
8. Luky Alfirman dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan.
9. Muhammad Saleh Mustafa resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian.
10. Irwan Meilano menduduki posisi sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.
11. Listyo Sigit Prabowo resmi menduduki jabatan Kepala Staf Kepresidenan.
12. Deddy Prasetio resmi menjabat sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.
13. Nuzran Joher dilantik sebagai Ketua Ombudsman RI.
14. Arianto Wibowo menempati jabatan sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.
15. Muhammad Fadil Imran juga menjabat Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
Setelah mengumumkan nama-nama pejabat baru tersebut, mereka kemudian diambil sumpah atau janjinya.
“Terlebih dahulu saya akan bertanya kepada saudara-saudara, bersediakah saudara-saudara untuk diambil sumpah, janji, menurut agama masing-masing? Apabila demikian, harap mengikuti dan mengulangi kata-kata saya. Bagi saudara-saudara yang beragama Islam, demi Allah saya bersumpah,” ucap Presiden Prabowo.
“Ikuti dan ulangi kata-kata saya. Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan, dengan seluruh-seluruhnya, demi Dharma Bakti saya kepada bangsa dan negara…”
Pewarta/Editor: Loh












