Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia

Jakarta, Jurnalsepernas.id – PEMILIK Grup Djarum, Robert Budi Hartono, kembali menempati posisi pertama sebagai orang terkaya di Indonesia pada awal November 2026. Posisi tersebut tercermin dalam daftar The Real-Time Billionaires yang dirilis majalah Forbes.
Berdasarkan pembaruan data per Selasa (3/11/26), terjadi perubahan komposisi di jajaran tiga besar orang terkaya di Tanah Air.
Lantas, siapa saja orang terkaya di Indonesia pada awal November 2026?
1.Robert Budi Hartono

Robert Budi Hartono menempati posisi pertama sebagai orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan 12,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 219,42 triliun.
Dalam daftar global Forbes, ia berada di peringkat ke-264 orang terkaya di dunia. Nilai kekayaan Robert tercatat bertambah sekitar 40 juta dollar AS dalam pembaruan terbaru. Sebagian besar kekayaannya berasal dari sektor perbankan dan industri rokok melalui kepemilikan di BCA dan Grup Djarum. Keluarga Hartono juga memiliki Global Digital Niaga, perusahaan yang menaungi platform perdagangan elektronik Blibli.
2.Prajogo Pangestu

Prajogo Pangestu berada di posisi kedua dengan kekayaan mencapai 10,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 186,78 triliun. Ia menempati peringkat ke-342 orang terkaya di dunia.
Prajogo membangun bisnisnya dari sektor kayu pada akhir 1970-an sebelum mengembangkan usaha ke industri petrokimia dan energi. Forbes mencatat, Barito Pacific mengakuisisi 70 persen saham perusahaan petrokimia Chandra Asri pada 2007.
Perusahaan tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia. Selain petrokimia, Prajogo juga memiliki bisnis di sektor batu bara dan energi terbarukan melalui Petrindo Jaya Kreasi serta Barito Renewables Energy.
3.Low Tuck Kwong

Low Tuck Kwong menempati posisi ketiga dengan kekayaan 9,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 177,71 triliun. Ia berada di peringkat ke-361 orang terkaya di dunia.
Low dikenal Forbes dengan julukan coal king atau raja batu bara karena sebagian besar kekayaannya berasal dari sektor pertambangan tersebut. Ia juga merupakan pendiri Bayan Resources, perusahaan pertambangan batu bara yang didirikan pada 2004.
4.Tahir dan keluarga

Tahir dan keluarga berada di posisi keempat dengan total kekayaan 9,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 165,02 triliun. Kekayaan tersebut berasal dari bisnis Mayapada Group yang bergerak di sejumlah sektor, antara lain perbankan, kesehatan, media, dan properti.
Forbes mencatat, keluarga Tahir memiliki saham di Bank Mayapada dan Maha Properti Indonesia. Tahir juga mempunyai sejumlah properti di Singapura melalui perusahaan properti yang tercatat di bursa negara tersebut.
5.Anthoni Salim

Anthoni Salim menempati posisi kelima dengan kekayaan 9,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 165,02 triliun. Ia merupakan pimpinan Salim Group yang memiliki bisnis di berbagai sektor, mulai dari makanan dan ritel hingga perbankan, telekomunikasi, dan energi. Anthoni juga menjabat sebagai CEO Indofood, salah satu produsen mi instan terbesar di dunia.
6.Sri Prakash Lohia

Sri Prakash Lohia berada di posisi keenam dengan kekayaan 8,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 152,33 triliun. Lohia membangun kekayaannya melalui industri petrokimia, terutama bisnis pupuk dan polimer. Bersama ayahnya, ia mendirikan Indorama Corporation pada 1970-an. Perusahaan tersebut awalnya bergerak sebagai produsen benang pintal sebelum berkembang ke berbagai produk petrokimia.
7.Otto Toto Sugiri

Otto Toto Sugiri menempati posisi ketujuh dengan kekayaan 5,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 103,36 triliun. Sebagian besar kekayaannya berasal dari bisnis pusat data melalui PT DCI Indonesia Tbk. Otto merupakan salah satu pendiri sekaligus CEO perusahaan tersebut, yang didirikan pada 2011. Sebelum membangun DCI Indonesia, Otto mendirikan Sigma Cipta Caraka pada 1989. Perusahaan itu kemudian diakuisisi Telkom Indonesia dan dikenal sebagai Telkomsigma.Otto juga ikut mendirikan Indonet, salah satu perusahaan penyedia jasa internet pertama di Indonesia.
8.Sukanto Tanoto

Sukanto Tanoto berada di posisi kedelapan dengan kekayaan 4,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 88,86 triliun. Kekayaannya berasal dari bisnis Royal Golden Eagle (RGE) yang bergerak di sektor pulp dan kertas, kelapa sawit, serta energi.
Forbes mencatat, Tanoto mengembangkan bisnis tisu melalui akuisisi OL Papeis dari Brasil pada 2023. Pada 2024, ia juga menjadikan Vinda, produsen tisu yang tercatat di bursa Hong Kong, sebagai perusahaan tertutup melalui kesepakatan senilai 3,3 miliar dollar AS.
9.Theodore Rachmat

Theodore Rachmat menempati posisi kesembilan dengan kekayaan 4,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 77,98 triliun. Rachmat merupakan pendiri Triputra Group yang didirikan pada 1998. Kelompok usaha tersebut memiliki bisnis di sektor pertanian, manufaktur, dan pertambangan. Ia juga memiliki saham minoritas di perusahaan batu bara Alamtri Resources Indonesia, yang sebelumnya bernama Adaro Energy. Rachmat menjabat sebagai wakil komisaris utama perusahaan tersebut.
10.Lim Hariyanto Wijaya Sarwono

Lim Hariyanto Wijaya Sarwono melengkapi daftar 10 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan 4,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 74,35 triliun. Keluarga Lim memiliki mayoritas saham perusahaan perkebunan kelapa sawit Bumitama Agri yang tercatat di Singapura, dengan area perkebunan di Indonesia. Selain perkebunan, keluarga tersebut juga memiliki Harita Group yang menjalankan bisnis di sejumlah sektor, termasuk pertambangan bauksit dan pengolahan nikel. (Sumber: Majalah Forbes AS).
Pewarta: Sugiawan
Editor : Loh












