TNI-POLRI

TNI Tangkap 22 Anggota OPM

Timika, Jurnalsepernas.id – INTERVAL waktu sembilan bulan, Satuan Tugas Tentara Nasional Indonesia (Satgas TNI) yang tergabung dalam Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III berhasil menangkap 22 orang yang diyakini komandan dan anggota dari Organisasi Papua Merdeka (OPM). Satgas juga menyita 79 pucuk senjata api dan 394 butir yang berhasil diambil kembali.

Hasil operasi itu disampaikan Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto dalam konferensi pers di Timika, Kamis (15/10).

Ia mengatakan, dari total 79 pucuk senjata yang diamankan, sebanyak 24 pucuk merupakan senjata organik, terdiri dari 11 pistol dan 13 senjata laras panjang.

Selain itu, terdapat 25 pucuk senjata campuran, yakni tiga senjata laras pendek kaliber 9 milimeter dan 22 senjata laras panjang kaliber 5,56 milimeter dan
aparat juga mengamankan 30 pucuk senapan angin.

Sementara itu, 394 butir amunisi yang disita terdiri dari 304 butir kaliber 5,56 milimeter, 30 butir kaliber 7,62 milimeter, dan 60 butir kaliber 9 milimeter. Selain amunisi, petugas menemukan 55 kelongsong peluru, masing-masing 50 kelongsong kaliber 5,56 milimeter dan lima kelongsong kaliber 7,62 milimeter.

Tidak hanya senjata dan amunisi, Satgas TNI juga mengamankan sejumlah barang bukti yang disebut berkaitan dengan aktivitas Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Barang bukti tersebut meliputi 28 unit handy talky (HT), 50 telepon genggam, satu unit drone, 1.347 batang ganja, 20 set aksesori Bintang Kejora, 20 set panah dan busur, 20 bilah parang, serta 10 kapak.

Dalam operasi yang sama, sebanyak 22 orang dari sejumlah Komando Daerah Pertahanan (Kodap) ditindak berdasarkan hasil operasi dan pendalaman informasi aparat.

Dari Kodap IV/Soraya, terdapat 11 orang, yakni inisial YM yang disebut menjabat Danlog; MY dan AS sebagai Wadan Ops; AA sebagai Danops Buaya; MF sebagai Danops; AF sebagai Danyon Ayosami; YF sebagai Danyon Mosata; RA sebagai Danyon Tokek; YF sebagai Wadanyon Aikum; YK sebagai Danyon Karif Hamid; serta ZF sebagai Wapangkodap.

Dari Kodap III/Ndugama, empat orang yang disebut ditindak masing-masing LG sebagai Danwil Mugi, KG sebagai Danops Yon Mugi, Peltu Us sebagai Wadanops Mugi, dan LW alias Medak-Medak yang disebut sebagai penasihat.

Sementara itu, dari Kodap XVI/Yahukimo, aparat menindak BK yang disebut sebagai Danops Kimpussa. Dari Kodap XVIII/Ilaga, terdapat JM yang disebut sebagai Danops Kepala Air, sedangkan dari Kodap XIII/Kegepa Nipouda terdapat OD yang disebut sebagai Danops Pos Awii Yugiyo.

“Nama lainnya adalah AK, yang disebut sebagai Wadanyon Lim Kelener dari Kodap XXXV/Bintang Timur. Selain itu, DT yang disebut sebagai staf operasi dan HM sebagai kepala keuangan dari Kodam III/Dulla, serta Colonel Ja yang disebut sebagai Komandan AL WST Papua dari unsur wilayah Domberai, ” ujar Lucky.

Lucky menanbahkan, hasil operasi tersebut menunjukkan soliditas pasukan Satgas TNI yang bertugas di Papua.

Menurut Lucky, dukungan informasi intelijen, termasuk dari Badan Intelijen Negara (BIN), turut membantu aparat mengidentifikasi lokasi pimpinan dan anggota kelompok yang menjadi sasaran operasi.

Ia menegaskan, operasi pengamanan tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga diarahkan untuk memutus mata rantai aktivitas ilegal, mulai dari sumber perolehan senjata, jalur distribusi, jaringan pendukung, hingga sistem logistik kelompok bersenjata.

Penindakan terhadap tokoh-tokoh yang disebut memiliki peran dalam struktur OPM, lanjut Lucky, bertujuan memutus rantai komando dan mengurangi kemampuan operasional kelompok bersenjata tersebut.

“Seluruh pelaksanaan operasi tetap mengedepankan aturan pelibatan (rules of engagement), prinsip hukum yang berlaku, dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Ke depan, Kogabwilhan III akan memperkuat patroli dan pengawasan di wilayah darat, laut, dan udara, terutama di kawasan rawan serta wilayah perbatasan.

Koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, aparat penegak hukum, serta pemerintah daerah juga akan ditingkatkan guna mendukung upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua.

Lucky turut mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga keamanan dengan melaporkan setiap aktivitas yang diduga melanggar hukum kepada aparat berwenang.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa,” katanya.

Ia juga mengimbau anggota kelompok bersenjata OPM yang masih berada di hutan dan pegunungan agar menghentikan aktivitas yang mengganggu keamanan masyarakat serta memilih jalan damai dengan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Sumber: Kepala Humas Satgas ODC).

Pewarta/Editor: Loh

Laode Hazirun

Ketua Umum Jurnal Sepernas."Sepernas satu2nya organisasi pers dari Indonesia timur yg merancang UU Pers tahun 1998 bersama 28 organisasi pers" HP: 0813-4277-2255