Satu Lagi Komandan OPM Mampus

(Mayat Mendiang Hosea Satu Boma, Foto: Dok. Istimewa)
Enarotali, Jurnalsepernas.id – MENINGGALNYA salah seorang pentolan atau komandan Organisasi Papua Merdeka (OPM), Hosea Satu Boma merupakan duka paling dalam bagi Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau KOMNAS Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), tapi bagi bangsa Indonesia adalah suka cita.
Kenapa? Karena mereka penjahat biadab yang membunuh warga tidak bersalah dan memperkosa.
Terkait kematian Mayor Hosea Satu Boma, yang menjabat sebagai Kepala Staf Operasi Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XIII Kegepanipuda Kabupaten Paniai, Papua Tengah disampaikan juru bicara OPM, Sabby Sambom.
Pengumuman tersebut, disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM yang diterima pada Minggu (11/10/ 26).

(Hosea Satu Boma Semasa Hidup, Foto: Dok. Istimewa)
Dalam keterangan tertulis itu, TPNPB menyebut Hosea Satu Boma meninggal dunia pada Kamis, 8 Oktober 2026, di kediamannya di Kebo, wilayah Paniai, setelah mengalami gangguan kesehatan sejak akhir 2025.
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, melalui siaran pers tersebut menyampaikan, pihaknya telah menerima laporan dari jajaran pasukan Kodap XIII Kegepanipuda Paniai mengenai meninggalnya salah satu pejabat operasi mereka.
Atas laporan itu, pimpinan TPNPB menyatakan masa berkabung yang mereka sebut sebagai duka nasional.
“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dan secara resmi mengumumkan duka nasional kepada semua pihak atas wafatnya Mayor Hosea Satu Boma pada 8 Oktober 2026 di kediamannya di Kebo,” demikian keterangan dalam siaran pers tersebut.
Bergabung dengan TPNPB sejak 2014
Berdasarkan keterangan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM, Hosea Satu Boma mulai bergabung dengan organisasi bersenjata tersebut pada 2014.
Sejak bergabung, ia disebut bertugas di Pos Tabagaiye, Batalyon I Okeyai, yang berada dalam struktur Kodap XIII Kegepanipuda Paniai.
Dalam perjalanan organisasinya, Hosea kemudian dipercaya menduduki jabatan Kepala Staf Operasi Kodap XIII Kegepanipuda Paniai.
Penetapan jabatan tersebut, menurut siaran pers TPNPB, dilakukan melalui proses pemilihan pada 1 Juli 2017 di Giteuto, yang disebut sebagai salah satu markas TPNPB-OPM di wilayah Paniai.
Sejak saat itu, Hosea disebut menjalankan tugas dalam struktur komando operasi hingga menjelang akhir hayatnya.
TPNPB menyatakan, kepergian Hosea menjadi kehilangan bagi jajaran Kodap XIII Kegepanipuda Paniai, khususnya anggota yang pernah bertugas bersamanya.
Mengalami Gangguan Kesehatan Sejak Akhir 2025
Dalam siaran pers yang sama, TPNPB menjelaskan, kondisi kesehatan Hosea Satu Boma mulai menurun sejak akhir 2025.
Ia dilaporkan mengalami sejumlah gangguan kesehatan, termasuk masalah lambung, limpa, dan anemia.
Selama menjalani masa sakit, Hosea disebut mendapatkan bantuan dari keluarga dan anggota kelompoknya untuk memperoleh perawatan medis.
Berdasarkan keterangan TPNPB, kondisi kesehatannya tidak kunjung membaik hingga akhirnya meninggal dunia pada 8 Oktober 2026.
Keterangan mengenai riwayat penyakit dan penyebab meninggalnya Hosea tersebut berasal dari pihak TPNPB. Belum ada keterangan medis independen yang diperoleh untuk mengonfirmasi informasi itu.
Pimpinan Kodap XIII Sampaikan Belasungkawa
Meninggalnya Hosea Satu Boma juga mendapat perhatian dari jajaran pimpinan Kodap XIII Kegepanipuda Paniai.
Melalui siaran pers tersebut, pimpinan dan anggota Kodap XIII, yang disebut terdiri atas Batalyon I hingga Batalyon X, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mendiang Hosea.
Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua dan keluarga Hosea atas dukungan yang diberikan selama almarhum menjadi bagian dari organisasi tersebut.
Bagi TPNPB, Hosea merupakan salah satu anggota yang telah menjalani masa pengabdian cukup panjang dalam struktur Kodap XIII Kegepanipuda Paniai.
Pihak TPNPB menyebut keterlibatan Hosea sejak 2014 hingga 2026 sebagai bagian dari perjalanan organisasi mereka di wilayah Paniai.
Sebby Sambom Umumkan Pernyataan Resmi
Siaran pers mengenai meninggalnya Hosea Satu Boma disampaikan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, pada Minggu (11/10/26).

(Sebby Sambom Juru Bicara OPM, Foto: Dok. Istimewa)
Pernyataan tersebut dikeluarkan atas nama Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM dengan mencantumkan sejumlah nama pimpinan organisasi.
Mereka adalah Jenderal Goliath Tabuni selaku Panglima Tinggi TPNPB-OPM, Letnan Jenderal Melkisedek Awom selaku Wakil Panglima, Mayor Jenderal Terianus Satto selaku Kepala Staf Umum, serta Mayor Jenderal Lekagak Telenggen selaku Komandan Operasi Umum.
Selain itu, siaran pers tersebut mencantumkan Brigjen Matius Gobai sebagai Panglima Kodap XIII Kegepanipuda Paniai.
Melalui pengumuman itu, TPNPB menyampaikan, meninggalnya Hosea Satu Boma merupakan kehilangan bagi jajaran organisasinya, terutama di wilayah Kodap XIII Kegepanipuda Paniai.
Pewarta/Editor: Loh












