Distribusi MBG Ganggu Pelajaran

Oleh: La Ode Hazirun
Penulis adalah Ketum DPP-SEPERNAS dan Pimpred Media Jurnalsepernas.id
PROGRAM nasional Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) terpilih, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dikritik para Kepala Sekolah dan juga orang tua murid, kerena menunya dinilai jauh dari standar pemenuhan gizi, bahkan sebagian anak mengalami keracunan disebabkan basi.
Pada kesempatan ini, penulis menyoroti sisten distribusi MBG di sekolah dilaporkan mengganggu jam pelajaran di beberapa sekolah di Indonesia, akibat distribusi yang terlambat, guru yang terbebani, dan pengurangan waktu belajar, juga mengganggu kebersihan masalah sampah dan bau.
Guru sering kehilangan waktu mengajar, dan distribusi makanan yang tidak tepat waktu sering kali mengganggu konsentrasi belajar-mengajar.
Berikut adalah poin-poin penting terkait dampak MBG terhadap pelajaran:
Waktu Belajar Berkurang
Distribusi yang lama, kadang hingga 1 jam, menyebabkan kegiatan makan mengorbankan jam pelajaran.
Gangguan Konsentrasi
Proses distribusi makan yang sering berbarengan dengan jam pelajaran, membuat konsentrasi siswa dan guru terpecah.
Beban Guru
Guru sering kali harus terlibat dalam persiapan dan distribusi makanan, yang menyita waktu mengajar mereka.
Masalah Logistik
Keterlambatan pengiriman makanan dan antrean panjang saat pengambilan makanan juga menjadi kendala teknis yang umum.
Meskipun ada upaya untuk mengatur jadwal agar tidak mengganggu, masalah teknis di lapangan masih sering menghambat proses belajar-mengajar.***












