𝐍𝐀𝐒𝐈𝐎𝐍𝐀𝐋

Kisah Soeharto Ditampar Kawilarang

Jakarta, Jurnalsepernas.id KOLONEL (Purn) Alexander Evert Kawilarang yang akrab dipanggil Kawilarang, prajurit yang dikenal jujur, pantang menyerah, berdedikasi, tegas dan tak kenal kompromi.

Dikisahkan, ia pernah menampar Soeharto (Presiden kedua RI) saat berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) masih menjadi bawahan Kawilarang yang berpangkat Kolonel.

Pria kelahiran 23 Februari 1920 di Kanado, Sulawesi Utara (Sulut) itu merasa ditipu Soeharto karena laporan palsu. Soeharto kala itu merupakan bawahan Kawilarang yang menjabat Panglima Wirabuana.
IMG 20260901 WA0005 Jurnal Sepernas
Peristiwa penamparan itu berawal saat Kawilarang dihadapkan pada masalah pemberontakan. Sekitar 1950-an, Kawilarang melapor pada Presiden Soekarno bahwa keadaan Makassar sudah aman, tidak ada ancaman militer dari pihak Belanda yang melakukan agresi di tanah Indonesia.

Namun, Soekarno malah menyodorkan sebuah radiogram yang melaporkan pasukan Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL) Belanda menduduki Makassar. Ditambah pasukan Soeharto yaitu Brigade Mataram yang bertugas mempertahankan kota Makassar, dilaporkan telah mundur ke Lapangan Udara Mandai.

Mengetahui hal itu, Kawilarang langsung dibuat naik pitam dan langsung pergi ke Makassar.

Ia pun menemui Soeharto dan menamparnya setibanya di Makassar.
“Sirkus apa-apaan, ini?” ujar Kawilarang saat itu pada Soeharto.

Kabarnya, reaksi Soeharto hanya menahan sakit sambil bersungut-sungut.

Meski di lain kesempatan, Kawilarang mengaku tidak pernah menampar Soeharto. Kendati dirinya dikabarkan tidak suka dengan pasukan penguasa Orde Baru itu karena membawa harta hasil rampasan perang.
IMG 20260901 WA0005 1 Jurnal Sepernas
Sekilas soal Kawilarang merupakan perintis pembentukan pasukan khusus Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan nama Kesatuan Komando Territorium III (Kesko TT-III) Siliwangi di Batujajar, Jawa Barat pada April tahun 1951. Pasukan ini cikal bakal terbentuknya Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Terlahir dari keluarga militer membuat Kawilarang sudah tidak merasa asing lagi tentang dunia kemiliteran, khususnya di Indonesia. Ayahnya Alexander Herman Hermanus merupakan mayor KNIL.

Sejumlah jabatan strategis pernah diemban Kawilarang di militer, seperti komandan penumpasan Republik Maluku Selatan (RMS), Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), hingga Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). (Sumber: Okezone).

Pewarta: Sugiawan
Editor. : Loh

Laode Hazirun

Ketua Umum Jurnal Sepernas."Sepernas satu2nya organisasi pers dari Indonesia timur yg merancang UU Pers tahun 1998 bersama 28 organisasi pers" HP: 0813-4277-2255