SMAN 1 Pontianak Tolak Lomba Ulang LCC

Pontianak, Jurnalsepernas.id – POLEMIK Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) 2026 memasuki babak baru.
Hal itu terjadi, setelah muncul insiden kelalaian juri yang memicu kontroversi dan rencana pertandingan final ulang oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI), pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pontianak menyatakan menolak terlibat dalam ajang ulang tersebut.
Sikap itu disampaikan secara resmi melalui pernyataan tertulis yang dirilis sekolah pada Kamis (14/5/26).
Dalam pernyataannya, SMAN 1 Pontianak menegaskan, langkah yang mereka lakukan selama ini semata-mata bertujuan memperoleh klarifikasi demi menjaga transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas penyelenggaraan lomba.
βLangkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi, demi terwujudnya pelaksanaan dan mekanisme lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel,β tulis pihak sekolah.
SMAN 1 Pontianak juga menepis anggapan bahwa keberatan yang disampaikan sebelumnya bertujuan menyerang kredibilitas lembaga penyelenggara maupun pihak tertentu. Mereka menegaskan sejak awal tidak pernah berniat membatalkan hasil perlombaan.
βSMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan,β demikian isi pernyataan tersebut.
Dalam sikap resminya, sekolah juga menyampaikan penghormatan terhadap hasil lomba yang telah ditetapkan serta memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas untuk mewakili Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional.
Tak hanya itu, SMAN 1 Pontianak memastikan tidak akan ambil bagian jika pertandingan final benar-benar diulang oleh MPR-RI.
βSMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI,β tulis pihak sekolah.
Di akhir pernyataan, SMAN 1 Pontianak turut menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi.
Pernyataan tersebut ditandatangani Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, sebagai bentuk komitmen sekolah terhadap dunia pendidikan yang berintegritas, sekaligus menutup pernyataan dengan kalimat, βSampai Jumpa di LCC 4 Pilar 2027.”
Pewarta: Sabran
Editor : Loh












