Kantor DPRD Kota Makassar Jadi Lautan Api

(Gedung DPRD Kota Makassar Bak Lautan Api, Foto: Dok.Istimewa)
Makassar, Jurnalsepernas.id – LUAR biasa, hebat dan berani, itulah kalimat yang terucap dari kalangan masyarakat saat menyaksikan aksi mahasiswa dan warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang membakar Rumah Rakyat (Kantor DPRD, red.) di Jalan Andi Pettarani, Jumat (29/08) malam.
Tak disangka dan tak dinyana, kantor kebanggaan anggota legislatif Kota Makassar itu akan menjadi lautan api ketika sekelompok mahasiswa dan masyarakat merajut aksi yang awalnya nampak biasa-biasa saja.
Di malam yang naas itu, asap hitam dan kobaran api membumbung dari Gedung DPRD Makassar lalu api berkobar dan melahap kendaraan di halaman, merembet ke ruang sidang, hingga atap bangunan.
Dari dalam ruangan, para legislator dan pejabat eksekutif mendadak dievakuasi. Situasi berubah mencekam hanya dalam hitungan menit.
Unjuk rasa yang awalnya terkonsentrasi di sekitar kampus-kampus Makassar, pecah menjadi amukan massa. Mereka menerobos pagar Gedung DPRD , lalu membakar motor dan mobil sebelum gedung ikut dilalap api.
Menurut catatan Badan Penanggulangan Bebcana Daerah (BPBD) Kota Makassar ada 67 unit mobil terbakar yang hampir kesemuanya mobil dinas dan 15 unit sepeda motor.
Legislator Dievakuasi
Wakil Ketua II DPRD Makassar, Anwar Faruq, menjelaskan bahwa saat itu rapat paripurna sedang berlangsung. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dengan akronim βAppiβ, beserta Wakil Wali Kota (Wawalkot) dan Sekretaris Kota (Sekkot) berada di dalam.
βMassa menduduki Kantor DPRD Kota Makassar malam ini, saat kami sedang rapat paripurna,β kata Anwar kepada awak media.
Ia menambahkan, Appi dan sejumlah pejabat dievakuasi dengan sepeda motor melalui pintu belakang.
βPak Wali dan Bu Wali, Pak Sekda, dievakuasi lewat belakang dengan motor,β ujarnya.
Namun, di tengah kepanikan itu, seorang korban ditemukan meninggal di Gedung DPRD Makassar.
Identitas korban belum terungkap hingga berita ini diturunkan.
DPRD Sulsel dan Kejati Jadi Sasaran
Tidak berhenti di DPRD Kota, massa juga menyasar Gedung DPRD Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo sekitar pukul 00.30 WITA Rekaman video dari akun X @Daeng_Info menunjukkan kobaran api di kompleks gedung tersebut.
Sasaran lain adalah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel. Dua mobil pejabat kejaksaan dibakar.
βDi Kejati ada dua mobil (terbakar),β kata Kasi Penkum Kejati Sulsel, Sotarmi, Jumat malam.
Sejak sore hingga malam tak tampak aparat kepolisian mengamankan lokasi unjuk rasa. Massa leluasa menutup jalan, membakar pos Satpol PP, hingga merusak Pos Lantas di perempatan Jalan Sultan AlauddinβJalan Pettarani.
Aksi ini merupakan respons atas tewasnya Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online yang dilindas kendaraan taktis Brimob saat demo di Jakarta, Senin (25/08) lalu.
Hingga dini hari, belum ada pernyataan resmi dari Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) maupun Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar terkait eskalasi kerusuhan.
Pewarta/Editor: Loh