ππŽπ‹πˆπ“πˆπŠ- ππ„πŒπ„π‘πˆππ“π€π‡π€π

10 Anggota DPR-RI Super Tajir

Jakarta, Jurnalsepernas.id – GEDUNG Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) kembali menjadi sorotan, bukan karena perdebatan kebijakan, melainkan karena daftar kekayaan para wakil rakyat periode 2024–2029 yang bikin tercengang.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), terungkap ada legislator yang hartanya tembus Rp 2,6 triliun.

Adalah Rusdi Kirana, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus pendiri maskapai Lion Air, yang bertengger di posisi pertama.

Kekayaannya yang mencapai Rp 2,6 triliun membuatnya tak terbantahkan sebagai anggota DPR terkaya di periode ini.

Di urutan kedua, muncul nama Fathi dari Partai Demokrat dengan harta Rp 1,7 triliun.

Setelah itu, deretan wakil rakyat tajir ini diisi sejumlah politisi kawakan lintas partai, mulai dari PDIP, Partai Gerindra, hingga Partai Golkar.

10 Anggota DPR RI Terkaya 2024–2029 (Versi LHKPN)

1. Rusdi Kirana (PKB) – Rp 2,6 triliun
IMG 20260111 WA0021 Jurnal Sepernas
2. Fathi (Demokrat) – Rp 1,7 triliun
IMG 20260111 WA0022 Jurnal Sepernas

3. Sihar P. H. Sitorus (PDIP) – Rp 871,2 miliar
IMG 20260111 WA0023 Jurnal Sepernas

4. Siti Hediati Soeharto (Gerindra) – Rp 709,5 miliar
IMG 20260111 WA0024 Jurnal Sepernas

5. Kaisar Kiasa Kasih Said Putra (PDIP) – Rp 627,9 miliar
IMG 20260111 WA0026 Jurnal Sepernas
6. Puan Maharani (PDIP) – Rp 552,9 miliar
IMG 20260111 WA0027 1 Jurnal Sepernas
7. Haeny Relawati RW (Golkar) – Rp 470,6 miliar
[10/1
IMG 20260111 WA0028 2 Jurnal Sepernas
8. Andi A. Dara (Golkar) – Rp 459,7
IMG 20260111 WA0031 Jurnal Sepernas

9. Rachmat Gobel (NasDem) – Rp 451,6 miliar
IMG 20260111 WA0032 Jurnal Sepernas

10. Ranny Fahd A. Rafiq (Golkar) – Rp 430,7 miliar.
IMG 20260111 WA0033 Jurnal Sepernas
Deretan angka fantastis itu memicu reaksi publik. Banyak yang mempertanyakan, apakah DPR benar-benar bisa jadi representasi rakyat kecil jika sebagian anggotanya hidup bergelimang harta?

Kritik lain mengarah pada transparansi dan integritas. Meski kekayaan sah bisa berasal dari bisnis atau investasi, publik menuntut agar legislator ini benar-benar bersih dari konflik kepentingan ketika membuat kebijakan.

Di sisi lain, kehadiran wakil rakyat super kaya juga dianggap bisa jadi pedang bermata dua.

Di satu sisi, mereka tak tergiur korupsi karena sudah β€œkenyang” harta.

Namun di sisi lain, jarak sosial-ekonomi dengan masyarakat bawah bisa membuat empati politik terkikis.

Fenomena DPR super kaya ini bukan kali pertama. Hampir setiap periode, daftar legislator tajir selalu menghiasi berita.

Namun bedanya, kali ini selisih kekayaan antaranggota DPR sangat jomplangβ€”dari ratusan miliar hingga triliunan.

Kini, pertanyaan kunci pun muncul. Apakah kekayaan para wakil rakyat ini akan benar-benar membawa manfaat bagi konstituen yang mereka wakili, atau justru semakin menegaskan jurang pemisah antara rakyat dan penguasa? (Sumber: LHKPN).

Pewarta/Editor: Loh

Laode Hazirun

Ketua Umum Jurnal Sepernas."Sepernas satu2nya organisasi pers dari Indonesia timur yg merancang UU Pers tahun 1998 bersama 28 organisasi pers" HP: 0813-4277-2255