Imen Tusi Sok Jagoan?

Soe, Jurnalsepernas.id – Salah seorang oknum Pengurus Koperasi Merah Putih (KMP) Desa Loli, Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) Soleiman Tusi yang kerap disapa Imen dengan gaya arogan dan angkuhnya sok jagoan mengancam dan memaki salah seorang kepala tukang besi menggunakan kata babi, anjing berulang kali.
Tidak berhenti disitu, dia juga mengeluarkan kata-kata kotor yang tak pantas didengar (Maaf uacapannya tak layak ditayangkan, red.).
Imen Tusi Dengan Arogan mengancam tukangnya dengan kata makian lalu amarahnya menyasar ke salah seorang Jurnalis Media Jurnalsepernas.id dengan mengatakan, dirinya tidak takut walaupun Kimas adalah seorang Wartawan.
Entah kerasukan iblis dari mana, Imen Tusi tiba-tiba menantang Wartawan Jurnalsepernas.id, Kimas. Sehingga kimaspun tersulut emosi dan bertanya kepada Imen Tusi.
“Apa maksud Anda apa sehingga menyebut nama saya berulang sebanyak tiga kali lalu menyebut profesi saya sebagai jurnalis?,” tanya Kimas.
Kalau ada urusan pribadi dengan tukang sedari tadi dimaki-maki direndahkan, kenapa nama Kimas dibawa-bawa.
Imen lalu menyambar Kimas dan menghardik. “Kenapa kau ada di sini,” tanyanya emosi.
Kimas lalu menjawab bahwa dia meminta bantuan tukang las itu untuk melas pedal stater motornya lalu Imen Tusi menyambar, kenapa tidak meminta izin padanya.
Kimas menjawab, dirinyame minta tolong ke tukang lasnya, tapi Imen Tusi tetap bersikeras menghitung biaya lasnya, sehingga Kimas dengan serius menyuruh anaknya, Jastin pergi ke salas satu kios yang dekat dengan lokasi KMP itu dan meminjam uang sebesar Rp 50.000 ribu untuk membayar ongkos las yang sudah terlanjur di las,
Tapi pada saat Jastin mengantar uang itu, Imen Tusi malah tidak mau menerima, sehingga ini membuat sebuah pertanyaan besar dari Kimas.
Tak lama kemudian, Imen Tusi menyebut lagi bahwa kakaknya Kimas yang adalah Pejabat Sementara (Pj) Kepala Desa Usapi Tmam Apa kemarin meneleponnya dan menyampaikan bahwa ada masalah yang itu membutuhkan bantuan Imen Tusi.
Terkait hal itu, Kimas menanyakan lagi ke Imen Tusi, sebab bicaranya sudah ngawur sudah menyinggung keluarga Kimas.
“Anda punya tujuan apa? Kok merambat terus seolah Anda ada masalah pribadi dengan saya dan media saya?,” tanya Kimas.
Perbuatan Imen Tusi Ini sangat arogan dan sok jagoan menyunggung Insan Pers sehingga Kimas dengan tegas meminta melalui media ini untuk Yayasan Ningsi Sarif (YNS) yang adalah penanggung jawab proyek ini segera memberi teguran bila perlu memberhentikan seorang suplayer yang arogan yang merusak nama baik perusahaan, di mana kinerjanya dinilai tidak sesuai harapan.
Untuk diketehui, dia selalu menelantarkan para tukang berbulan- bulan sehingga mengakibatkan para tukang khilaf dan menjual material bangunan ke tetangga sekitar.
Adapun hasil konfirmasi awak Media ke Maksi R Angket yang adalah Kepala Desa Usapi Tmam Apa tapi Maksipun tidak mengenal Imen Tusi itu sehingga awak media melalui panggilan teleponnya dengan Maksi lalu menyuruh Imen bicara langsung dengan Maksi melalui telpon genggamnya. Imen seolah-olah sedang mengenal Maksi katanya dia pernah bersama-sama dengan Maksi di ruangan Bupati Timor Tengah Utara (TTU) bersama Bupati Falen Kebo,
Pernyataan yang di lontarkan Imen Tusi menurut Wartawan Maklon sangat berbelit-belit, lalu mencatut beberapa nama pejabat, termasuk Kepala Desa Usapi Tmam Apa dan Bupati TTU.
Oleh karena itu, melalui Media ini semoga ada tindakan tegas dari YNS untuk memberhentikan Imanuel Tusi dari kegiatan KMP di Desa Koli, karena kalau dia masih tetap ada, maka bisa saja dia akan membuat persoalan lebih besar lagi di lokasi KMP tersebut.
Apalagi pernyataannya kepada awak Media Jurnalsepernas seolah–olah arogansinya dia di bek up YNS dan Bupati TTU, sehingga Kimas secara tegas melalui media ini untuk Imen Tusi segera dipanggil YNS untuk diberhentikan, karena dinilai telah mencoreng nama Pejabat Desa Usapi Tmam Apa dan Bupati TTU.1
Pewarta: Maklon Angket
Editor : Loh












