Pj Bupati Takalar Terima RDTR
Takalar, Jurnalsepernas.id – DALAM rangka peningkatan pengembangan wilayah dan peningkatan perekonomi, khususnya peningkatan investasi di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Pj. Bupati Takalar, Dr. Setiawan Aswad, M. Dev. Plg menghadiri Ekspose dan Serah Terima Materi Teknis dan Rancangan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Rencana Detail Tata Ruang (Ranperkada RDTR) serta Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk Kawasan Mappakasunggu dan Sanrobone Kabupaten Takalar di Marcure Makassar, Kamis (07/12).
Pada kesempatan itu, Pj. Bupati Takalar menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (Kemen ATR/BPN) yang sudah memfasilitasi dan memberikan bimbingan teknis kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar dalam rangka penyusunan RDTR, khususnya Kawasan Kecamatan Mappakasunggu dan Sanrobone.
“Perkembangan sebuah wilayah sangat ditentukan oleh tata ruangnya, semua proses harus dilalui untuk memastikan, agar tata ruang kita ini bisa menciptkan rasa aman, nyaman dan produktif serta berkelanjutan,” ujar Setiawan.
Ia juga menyampaikan, ekspose tentang RDTR kawasan Mappakasunggu dan Sanrobone meliputi penyusunan skenario tematik ruang, pembagian sub wilayah perencanaan dan blok, indikator kunci dari tata ruang, struktur ruang, pola ruang dan peraturan zonasi yang merupakan bagian substatif dari tata ruang.
“Saya berharap, kapasitas daerah dalam rangka pengembangan wilayahnya diarahkan oleh rencana detail tata ruang ini sebagai sebuah rencana operasional dari pada rencana tata ruang wilayah yang sudah disusun ditingkat provinsi maupun ditingkat nasional,” harap Setiawan.
Sementara itu, Direktur Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II, Reny Windyawati S. T. M, Sc dalam ekspose tersebut menyampaikan, ditargetkan awal tahun 2024 RDTR Kawasan Kappakasunggu dan Sanrobone bisa ditetapkan menjadi peraturan Bupati sekaligus terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS).
Lanjut dia jelaskan, RDTR Mappakasunggu merupakan satu dari 77 yang dipilih lokasinya, karena Kecamatan Mappakasunggu memiliki nilai investasi yang cukup tinggi sekitar 14 T dan berada diurutan 188 dari top 500 investasi di Indonesia. Dengan potensi ini, diharapkan dapat menambah jumlah RDTR di Kabupaten Takalar yang ditetapkan menjadi Perdakada dan beritegrasi dengan OSS.
Ia berharap, kualitas RDTR tetap terjaga, tetap baik dan bisa menjadi dasar pemulihan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR).
Hadir dalam Ekspose tersebut, Direktorat Jendral (Dirjen) Tata Ruang Kementerian ART/BPN beserta jajaran, Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Perencanaan Tata Ruang, Kepala Kantor Wilayah Badan Ketahanan Nasional, Kepala Oraganisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait Lingkup Provinsi Sulsel, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Maros, Ketua DPRD KabupatenTakalar, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kadis PUPR) KabupatenTakalar, Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Takalar, Tim Forum Penataan Ruang Kabupaten Takalar dan Tim Konsultan Tata Ruang Kabupaten Takalar. (Sumber: Humas Pemkab Takalar).
Pewarta: Abd Rauf Ampa
Editor : Loh