Warga Takalar Resah LPG Langka

Takalar, Jurnalsepernas.id – MUSIM kemarau yang melanda negeri ini, bukan hanya pasokan air bersih yang langka, tapi juga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram langka sebagaimana dirasakan warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) akhir-akhir ini.
Kelangkaan gas LPG di Takalar sangat meresahkan masyarakat sepertinya ada permainan para agen, sebab meskipun ada stok barang, tapi harganya sangat melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan pantauan awak media, Rabu (9/9/26) harga LPG 3 kg dipatok para agen rata-rata naik Rp 35.000 ribu per tabung.
Meroketnya harga tersebut, berdampak pada para penjual jagung.
Meskipun harga melambung, warga terpaksa membeli karena kebutuhan mendesak untuk memasak. Seperti warga Pangkarode, Kelurahan Pattene, Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel) terpaksa membeli tabung gas dengan harga Rp 35.000 ribu pertabung.
Selain untuk kebutuhan memasak, warga juga gunakan untuk jagung supaya tidak layu/mati, sebab kalau tidak ada gas pompa air dari sumur bor dipakai gas untuk pompa air mengairi tanaman jagung.
Untuk itu penulis berharap kepada pemerintah, agar memantau para agen gas LPG nakal yang menjual terlalu tinggi melampaui harga yang sudah ditentukan dan cabut izin agennya.
Pewarta: Abd Rauf Ampa
Editor : Loh












