𝐃𝐔𝐍𝐈𝐀

Pemimpin Baru Iran Serukan Perang Lawan AS-Israel

Teheran, Jurnalsepernas.id – PERANG antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran akan terus berlanjut dengan sikap tegas pemimpin baru Negara Islam Iran yang tidak gentar menghadapi AD dan sekutunya.

Hal ini tentu, akan menciptakan eskalasi konflik di Timur Tengah (Timteng) terus memanas setelah pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mujtaba Khamenei resmi menyampaikan pidato perdananya siap bertempur dengan AS dan Israel hingga tetes darah penghabisan.

Ia menegaskan, akan membalas serangan yang dilakukan oleh Israel dan AS terhadap negaranya yang banyak menelan korban termasuk ayahanda dan keluarga lainnya.

Pernyataan Mujtaba Khamenei pemimpin tertinggi Iran ini disampaikan saat konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat telah memasuki hari ke-14.

Meski berada di tengah situasi perang, aktivitas masyarakat di Iran dilaporkan masih berlangsung, termasuk kegiatan ibadah pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan.ung dari kota Qom, Iran, masyarakat tetap memadati masjid untuk menjalankan ibadah malam tanpa menunjukkan rasa takut meskipun ancaman serangan militer masih membayangi.

Dalam pidato pertamanya, Mujtaba Khamenei menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Republik Islam Iran.

Ia juga mengakui, jabatan tersebut merupakan tanggung jawab yang sangat besar.
IMG 20260314 WA0001 Jurnal Sepernas
Mujtaba menegaskan, dirinya siap menghadapi tantangan tersebut, termasuk situasi perang yang tengah berlangsung.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat Iran yang dinilai tetap memberikan dukungan penuh kepada pemerintah.

Menurutnya, keberanian masyarakat Iran yang tetap turun ke jalan dan menjalankan aktivitas sehari-hari menjadi sumber kekuatan utama negara tersebut.

“Saya menilai solidaritas rakyat menjadi salah satu faktor penting yang membuat Iran mampu bertahan menghadapi tekanan dari negara-negara yang dianggap sebagai musuh,” ujar Mujtaba.

Dalam pidatonya, Mujtaba Khamenei juga memberikan peringatan keras kepada Israel dan Amerika Serikat, bahwa Iran tidak akan mundur dalam menghadapi serangan yang dilakukan kedua negara tersebut.

Dikatakannya, Iran akan membalas setiap agresi yang terjadi, termasuk serangan yang menyebabkan korban jiwa di wilayah Iran.

Ia bahkan menyebutkan, kematian warga sipil, termasuk anak-anak, akan menjadi alasan bagi Iran untuk terus melakukan perlawanan.

Pernyataan ini menegaskan, bahwa konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat berpotensi terus meningkat jika tidak ada upaya diplomasi yang berhasil.

Dalam pidato tersebut, Mujtaba Khamenei juga memberikan apresiasi kepada militer Iran, khususnya pasukan elit Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Ia menilai pasukan tersebut, telah menunjukkan respons cepat dalam membalas serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.

Lanjut dikatakan Mujtaba, kemampuan militer Iran menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan kedaulatan negara

Dirinya menegaskan, Iran masih memiliki berbagai strategi untuk menghadapi tekanan militer dari pihak lawan, kemungkinan besar Iran akan meluncurkan bom nuklirnya.
IMG 20260314 WA0002 Jurnal Sepernas
Selain menanggapi serangan langsung terhadap Iran, Mujtaba juga menyinggung negara-negara yang dianggap membantu operasi militer Amerika Serikat akan diserang.

Ia menyebut, pangkalan militer yang berada di negara-negara kawasan Teluk berpotensi menjadi target serangan jika digunakan untuk mendukung operasi militer terhadap Iran.

Pernyataan ini menunjukkan, konflik yang terjadi berpotensi meluas ke kawasan lain di Timur Tengah (Timteng) jika eskalasi terus meningkat.

Para pengamat menilai situasi tersebut, dapat memperburuk stabilitas keamanan di kawasan tersebut, dikhawatirkan kemungkinan besar Iran akan menggunakan bom nuklirnya.

Di akhir pidatonya, Mujtaba Khamenei juga menyinggung peringatan Yaumul Quds, yaitu hari dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Ia mengajak masyarakat Iran dan komunitas internasional yang mendukung Palestina untuk turun ke jalan sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina dan kota suci Al-Quds.

Seruan tersebut, diharapkan menjadi simbol perlawanan terhadap apa yang disebut sebagai penindasan terhadap rakyat Palestina.

Dengan pernyataan keras dari pemimpin baru Iran ini, situasi konflik di Timur Tengah diperkirakan masih akan terus berkembang dalam beberapa waktu ke depan. (Sumber: Kantor Berita Iran: IRNA).

Pewarta/Editor: Loh

Laode Hazirun

Ketua Umum Jurnal Sepernas."Sepernas satu2nya organisasi pers dari Indonesia timur yg merancang UU Pers tahun 1998 bersama 28 organisasi pers" HP: 0813-4277-2255