Politik - Pemerintahan

Ketua P2TP2A Gorontalo Target Raih Kategori Utama

Gorontalo, Jurnalsepernas.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo, Provinsi Gorontalo telah lima kali meraih penghargaan bergensi dari Kementarian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) terkait Program Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) tahun 2021 diterima bersama 275 daerah Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Kabupaten Gorontalo, Dr Fory Naway, menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta gugus tugas di Kabupaten Gorontalo.

Ia pun menyampaikan, sudah lima tahun terkahir, Pemkab Gorontalo meraih penghargaan dan itu dimulai kategori Pratama dan saat ini Madya. “Saya target ke depan penghargaan KLA Kategori, Nidya atau Utama, maksimal itu target, karena itu tingkatan penghargaan terkahir,” ujar Fory Naway, seusai kegiatan penyerahan secara virtual, Kamis (29/07).

Kata Fory, ini adalah program Pemkab Gorontalo, dari Dinas PPPA bekerjasama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Gorontalo terkait implementasi program perlindungan anak.

“Pemenuhan perlindungan anak dan perempuan,Alhamndulillah setiap kegiatan kita Upload baik pemda, hingga tingkat desa,” kata Fory Naway.

Untuk mencapai itu, seberapa besar peran PKK dalam pemenuhan anak? Fory mengatakan, program intervensi PKK banyak sekali. Diantaranya, sarana dan pra sarana di setiap sekolah, sudut baca, sudut ASI dan ini wajib dipenuhi.

Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Gorontalo itu mengatakan, program ini terus mendapat keroyokan dari semua dinas dan mitra. “Kita libatkan semua unsur, terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dan Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Diddukcapil) terkait pelayanan kebutuhan anak,” ujarnya.

Ia pun menyadari masih banyak kekurangan dalam program ini, namun bagi Fory kekurangan itu terus diupayakan dan dipenuhi.

Ke depan kata dia, harus ada Unit Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan saat ini masih digodok di bagian organisasi.

“Kalau itu sudah ada, maka akan naik retingnya, kami masih proses dan perbupaya Insya Allah keluar, setelah itu kita benahi kebijakan didalamnya, penyediaaan sarana dan prasana ramah anak termasuk spot-spot ramah anak,” ungkap Fory Naway.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menambahkan, bahkan di rumah-rumah pun akan dicangkan rumah layak anak.
“Rumah ramah anak itu, pemerhati yang utama adalah orang tua menyiapkan fasilitas dalam rumah yang ramah anak,” tutupnya.

Pewarta : Sirajuddin Luma
Editor : Loh

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *