Ekonomi - Bisnis

Warga Samarinda Antusias Belanja Sambut Puasa

Samarinda, Jurnalsepernas.id – SEHARI menjelang bulan puasa Ramadhan yang akan jatuh Ahad (03/04), warga memadati sejumlah pasar di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).
Sesuai pantauan awak media Jurnalsepernas.id, sejumlah pasar sudah diserbu warga seperti Pasar Pagi Kecamatan Samarinda Kota, Sabtu ( 02/03).
Warga sudah berbelanja di toko pakaian dan sepatu tersebut mulai pukul 08.00 Wita.
Padatnya aktivitas warga selain menyebabkan kemacetan di seputaran Pasar Pagi, juga aktivitas lalu lalang pembeli di dalam pasar sangat ramai.
“Padat banget yang berbelanja, ngak bisa lama-lama di Pasar, karena gerah juga harus desak-desakan,” ujar Fitriani salah seorang pembeli.
Fitriani berniat untuk berbelanja pakaian yang ingin dibawa mudik ke kampung halamannya  Kutai Barat (Kukar).
Ia menyempatkan berbelanja di Pasar Pagi Samarinda sebelum berangkat mudik. Namun untuk sampai pasar ia harus berputar-putar menghidari macet di jalan menuju pasar.
“Udah arus lalu lintasnya macet, masuk pasarnya juga padat,” keluh Fadhila.
Sementara Angga juru parkir mengatakan, sudah menjadi tradisi setiap menjelang bulan puasa orang-orang pada sibuk berbelanja ke pasar.
Selain berbelanja pakaian, warga juga berbelanja komoditi harian untuk kebutuhan menyambut puasa.
Bagi Angga, ramainya aktivitas pasar menjelang Ramadhan itu yang sudah rutin setiap tahun, juga membawa berkah, karena banyak pembeli yang datang dan memarkirkan kendaraannya, dia bisa meraup rezeki atas jasa parkir.
“Ya alhamdulillah kalau ramai. Kan memang biasanya kalau mau Lebaran begini orang-orang cari baju lebaran,” kata seorang pedagang pakaian yang tak berkenan disebut identitasnya.
Pedagang tersebut mengakui, sejak sepekan terakhir penghasilannya mengalami lonjakan. Dari biasanya, ia hanya bisa menjual beberapa lembar pakaian, hingga kini ia tak lagi sempat menghitungnya.
Pendapatan rata-rata sehari sebelum momen ini dikatakan berkisar Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Sudah tiga hari ia mengaku mengantongi rata-rata Rp 800 ribu per hari.
“Alhamdulillah adalah satu juta lebih semenjak ramai-ramai ini,” ujar pedagang.
Pewarta: Hrl
Editor     : Loh

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *