Ekonomi - Bisnis

Warga Resah Gegara Batching Plant

Takalar, Jurnalsepernas.id – SEJUMLAH warga Lingkungan Kammi, Kelurahan Pappa, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengancam akan turun melakukan aksi dan menutup Kantor Lurah Pappa, gegara Pabrik Batching Plant (Produksi Beton) yang diduga tidak mengantongi legal standing (Izin Usaha Resmi) dan merehkan warga akibat dampak operasionalnya yang merusak jalanan umum dan menimbulkan debu berkepanjangan, Selasa (16/08).

Hal tersebut dikritik salah seorang warga yang menjadi sumber berita yang meminta namanya tidak dipublikasi mengatakan, Lurah Pappa terkesan menutup mata dan dinilai ada kolaborasi dengan pemilik Pabrik Batching Plant PT.Jenifer Utama Mandiri.

”Kegiatan Pabrik Batching Plant jelas meresahkan warga maupun pengguna jalan, karena jalan poros Lingkungan Kammi- Limbungan sering terjadi kecelakaan lalulintas, akibat banyaknya pasir dan kerikil yang berserahkan sepanjang jalan,” kata sumber.

Namun sangat disayangkan dari pernyataan pihak kelurahan saat Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM-GMBI) Takalar mengkonfirmasi langsung kepada Kelurahan Pappa, pihak Kelurahan mengatakan, Pabrik Batching Plant aman-aman saja dan tidak menimbulkan keresahan warga, apalagi ada kecelakaan lalulintas.

Atas pernyataan itu, menimbulkan amarah sejumlah warga yang tinggal di seputar Pabrik Batching Plant dan berencana akan turun melakukan aksi dan menutup Kantor Lurah. Sebab fakta sesungguhnya warga merasa resah, karena dampaknya sangat mengganggu.

”Warga seputar Lingkungan Kammi sudah pada resah dengan debu-debu semen pabrik tersebut, bahkan hampir setiap hari terjadi kecelakaan di jalan poros Kammi-Limbungan.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Barisan Anti Korupsi (Barapi), Yusuf Amir mengungkapkan, dengan adanya protes dari masyarakat, seharusnya pemerintah malu dan tau diri, karena mengingat kembali dari pekerjaan tahun 2019 yang lalu dengan perusahaan yang sama, baru satu Minggu selesai dikerjakan, sudah hancur dan debu-debu berserahkan yang berdampak menimbulkan polusi ke masyarakat.

”Ini yang perlu dicermati, jangan sampai terulang kembali. Tapi yakin aja bisa terjadi, apalagi sepekan ini dari warga maupun penggiat aktivis, menemukan di lapangan, bahwa proses aktivitas Pabrik Batching Plant di Lingkungan Kammi diduga memakai air asin, sehingga akan menimbulkan kualitas cor beton tidak tahan atau kuat.

Pewarta: Aziz Kawang
Editor : Loh

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *