Ekonomi - Bisnis

Kapoktan Mattirowalie Pertanyakan Bantuan Pompanisasi

Sengkang, Jurnalsepernas.id – PEMERINTAH sangat memperhatikan nasib para petani, sebab mereka dianggap penyangga lumbung pangan nasional. Perhatian tersebut, dengan cara mengucurkan bantuan berupa Alat Mesin Pertanian (Alsinta) lewat Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan-RI) demi meningkatkan hasil pertanian para petani.

Hanya terkadang setelah ada Alsinta di daerah yang akan dibagikan para Kelompok Tani (Poktan) di tingkat kecamatan, oknum-oknum petugas Penyuluh Pertanian Kecamatan (PPK) yang bekerjasama dengan Tokoh Masyarakat (Tomas) setempat membebankan biaya kepada Ketua Kompok Tani (Kapoktan) yang akan menerima
bantuan, sehingga timbul masalah di lapangan.

Realitas ini sebaimana dialami Pattawe, Kapoktan Mattirowalie 1 Desa Lempa, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 2020, dirinya didatangi Aris, SP oknum Penyuluh Pertanian Kecamatan (PPK) Pammana (Saat ini sudah menjabat Koordinator Penyuluh Pertanian Palaguna) untuk membuat proposal bantuan Alsinta berupa mesin pompanisasi. “Setelah bantuan turun, saya difoto beserta mesin tersebut oleh Kepala PPK Kecamatan Pammana, Aris dan disuruh tanda tangan berkas sebagai bukti penerima bantuan mewakili kelompok,” ujar Pattawe.

Lanjut Pattawe saat dikonfirmasi Tim Jurnalsepernas.id, Rabu (21/09) di kediamannya mengatakan, hingga September 2022 bantuan Alsinta yang dijanjikan oknum PPK tersebut, tak kunjung datang, apalagi menerima buat Poktan Mattirowalie diterima  oleh anggota kelompok. “Tidak ada barang kita terima padahal sudahmi foto dan tanda tangan,” imbuh Pattawe kesal.

Untuk membuktikan keterangan sumber, Tim Media meluncur ke Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pammana, Wajo yang diterima langsung Kepala BPP, Abd. Hamid saat dikonfirmasi mengatakan, perihal adanya bantuan tersebut, dirinya tidak mengetahui terkait data  penerima bantuan pertanian 2021 dan tahun sebelumnya.

Lanjut Abd.Hamid memaparkan, dirinya menjabat sebagai Kepala BPP di Pammana pada Bulan Maret 2022, dan mengenai adanya bantuan, dia tidak bisa menunjukkan, karena tidak ada data dan dokumen di kantor, (Lho, koq ada bantuan tidak ada file dokumennya, sudah dihilangkan kali, red.).

Di tempat terpisah, Tim Jurnalsepernas.id berhasil konfirmasi pada oknum mantan PPK Kecamatan Pammana,Aris, SP di Dusun Padaelo, Desa Lampulung mengatakan,
terkait bantuan bagi Poktan 2021 di Pammana semuanya sudah diserahkan kepada kelompok Tani. Aris menyarankan bagi Kapoktan yang belum menerima bantuan, dapat mempertanyakan langsung kepada H.Deri salah seorang Tomas Kecamatan Pammana diduga kerap bekerjasama dengan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bila ada bantuan dari pemerintah lingkup pertanian. “Beliau yang tahu dan berhak untuk menjelaskan,” saran Aris.

Hingga berita ini turun, Tim belum bisa melakukan konfirmasi dengan H.Deri terkait dugaan keterlibatannya mengatur bantuan Alsinta di Kecamatan Pammana yang menyebabkan adanya kisruh bantuan mesin pompanisasi tersebut, Jurnalsepernas.id akan terus mengejar dan membidik oknum-oknum yang bermain di dalamnya, sebab masih Poktan yang belum mendapat bantuan. Oknum-oknum yang terlibat hanya mengejar keuntungan pribadi.

Pewarta : Tim Wajo
Editor : Loh

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *