Olahraga

Tak Diuggulkan, PSM Tekuk Persija

Malang, Jurnalsepernas.id – DALAM laga sepakbola Piala Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang berlangsung di Lapangan Kanjuruhan Malang, Jawa Timur (Jatim) semalam, Persatuan Sepakbola Makassar (PSM) dinilai underdog atau tidak diunggulkan versus Macan Kemayoran Persatuan Sepakbola Jakarta (Persija) yang diunggulkan para pencita bola tanah air.

Ternyata status sebagai tim unggulan dengan materi pemain lebih baik bukan jaminan untuk meraih kemenangan. Pameo klasik sepak bola ini patut ditujukan kepada Persija Jakarta yang secara mengejutkan takluk di tangan seterunya PSM Makassar dengan skor 0-2 pada laga Grup B di Stadion Kanjuruhan Malang, Senin (22/03) malam.

Pelatih Persija, Sudirman mengakui timnya kalah, karena penampilan timnya tak berkembang menghadapi permainan spartan dan militan ala PSM.

Situasi yang dihadapi tim asuhannya kian sulit setelah striker PSM, Patrich Wanggai menjebol gawang Persija yang dikawal Andritany Ardhiyasa pada menit akhir babak pertama. “Padahal, kami mendapat sejumlah peluang untuk mencetak gol. Ini yang membuat pemain saya terlihat frustasi,” kata Sudirman.

Sudirman juga menyoroti faktor komunikasi antar pemain yang tak jalan, khususnya di lini belakang. Sudirman merujuk gol kedua PSM yang dicetak oleh Yakob Sayuri.

Gol itu terjadi karena kelengahan Motta yang terlambat mengantisipasi pergerakan Yakob. Padahal, rekan-rekannya sudah berteriak mengingatkan Motta. “Ini saya maksud soal kendala komunikasi, karena Motta baru pertama kali bermain di Indonesia,” terang Sudirman.

Hal senada dikatakan Andritany,penjaga gawang Persija, permainan keras ala PSM membuat konsentrasi rekan-rekannya buyar, sehingga terkesan ragu dalam berduel memperebutkan bola.”Sebenarnya kami lebih menguasai pertandingan. Tapi, hasil akhirnya untuk PSM. Untuk itu, saya ucapkan selamat buat PSM,” kata kapten Persija Jakarta itu.

Pada kesempatan itu, Sudirman juga melontarkan kekecewaannya, karena striker andalan Persija Jakarta, Marko Simic tampil tak optimal dan gagal mencetak gol.

Menurut Sudirman, sebenarnya ia ragu memainkan Simic, karena penyerang asal Kroasia itu baru tiga hari bergabung dalam latihan tim. “Saya sudah berbicara secara pribadi dengan Simic untuk menanyakan kondisinya. Dia menyatakan ingin sekali tampil. Setelah berkonsultasi dengan dokter, saya pun memainkannya. Ternyata hasilnya tak maksimal,” ungkap Sudirman.

Pewarta/Editor: Loh

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *