Kakek Abdullah Terbakar Bersama Rumah

Sangatta, Jurnalsepernas.id – LANGIT di atas Dusun Layapan, Desa Dusuk Dalam, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim), pada Sabtu (03/01) sekitar pukul 05.00 Wita mendung berawan.
Sebahagian warga masih terlelap tidur bersama turunnya embun pagi, namun pada suatu pemukiman tepatnya di Rukun Tetangga (RT) 02 sebuah rumah yang dihuni seorang kakek hangus terbakar.
Kelakangan diketahui bahwa penghuni rumah ialah kakek Abdullah (70) tinggal sebangkara setelah ditinggal istri tercinta pergi untuk selamanya dan dalam peristiwa naas itu Sang kakek tak bisa menyelamatkan, diapun terbakar hangus bersama rumahnya, (Innalillahi Wainnaillahi Rajiun, red.)
Awak Media Jurnalsepernas.id, Syaharuddin ke lokasi kebakaran belum mendapat keterangan resmi dari pihak masyarakat maupun kepolisian setempat tentang penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

Namun dari keterangan yang dikorek dari seorang saksi yang bernama Basrin alias Acing yang juga Ketua RT setempat yang pertama melihat kejadian itu mengatakan, kebakaran tersebut diduga kuat berasal dari lampu penerangan (pelita) yang berbahan bakar solar yang digunakan almarhum.
Usai dimandikan dan dikafani, oleh warga setempat jenazah langsung dibawa ke masjid untuk disholatkan kemudian dibawa ke pemakaman umum yang tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Terkait musibah penyebab pasti kebakaran dan tindak lanjut masalah tersebut, awak mempat sempat mewawancarai seorang polisi, Hairul yang berada di TKP dan menyampaikan bahwa masalah ini sudah selesai tidak ada otopsi. Masalah itu diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah hal tersebut dibenarkan oleh Ketua RT.
Berdasarkan penelusuran awak media, diketahui bahwa korban sudah lama tinggal sendirian semenjak ditinggal mati oleh istrinya, korban hanya sebatang kara tidak mempunyai anak atau kerabat.
Menurut keterangan salah seorang warga yang enggan menyebut identitaanya bahwa, keberadaan korban di desa itu hanya kebetulan saja, di mana korban merupakan seorang nelayan yang terdampar lalu kemudian menemukan jodohnya dengan wanita pribumi.
Pewarta: Syaharuddin
Editor : Loh












