TNI-POLRI

Polisi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras

(Aktifis KontraS Andrie Yunus, Foto: Dok.Istimewa)

Jakarta, Jurnalsepernas id – KOMISI III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) mengapresiasi kinerja Polda Metro Jaya, dalam mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Pasalnya, para penyidik dapat mengungkap pelaku penyiraman dalam waktu singkat.

“Tidak sampai seminggu sudah terungkap, kejadian Kamis yang lalu, hari ini, Rabu, sudah terungkap,” kata anggota Komisi III DPR-RI, Machfud Arifin dalam Breaking News Metro TV, Rabu, 18 Maret 2026.
IMG 20260323 WA0015 Jurnal Sepernas
Politikus Partai NasDem itu berharap, penanganan kasus tidak hanya berhenti pada pelaku penyiraman air keras. Menurut dia, aktor intelektual peristiwa tersebut harus diungkap.

“Setelah Polri merilis, pihak Polisi Militer (POM) melakukan rilis dengan pelakunya empat orang. Tentunya bisa berkembang tidak hanya pada empat orang itu,” ujar Arifin.

Hal senada juga disampaikan anggota Komisi III Abdullah. Dia mengutuk keras penyerangan terhadap pihak yang kritis terhadap pemerintah.

“Mengutuk keras pembungkaman aktivis yang kritis terhadap negara atau pemerintah,” ujar politikus PKB tersebut.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya merilis bukti baru berupa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang menunjukkan terduga eksekutor penyiraman cairan berbahaya terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
IMG 20260323 WA0016 Jurnal Sepernas
Polisi berhasil mengidentifikasi ciri-ciri fisik pelaku, mulai dari pakaian hingga kendaraan yang digunakan sebelum dan sesudah aksi penyerangan.

Sementara itu, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI resmi menangkap empat oknum anggota Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia (BAIS TNI) terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Para pelaku diketahui berasal dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).

Komandan Pusat Pilisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen Yusri Nuryanto mengatakan, penangkapan dilakukan setelah pihaknya menerima para terduga pelaku pada Rabu, 18 Maret 2026 pagi.

β€œTadi pagi saya menerima empat orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andrie Yunus,” ujar Yusri di Mabes TNI, Rabu, 18 Maret 2026.
IMG 20260323 WA0017 Jurnal Sepernas
Sementara di hari yang sama, TNI menggelar konferensi pers. TNI sudah menahan empat orang anggota yang diduga terlibat dalam penyerangan Andrie Yunus. Empat anggota TNI yang diamankan berasal dari BAIS yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW dan Serda ES.

“Keempat yang diduga pelaku ini semuanya anggota dari Denma BAIS TNI. Jadi bukan dari satuan mana-mana tapi dari Denma BAIS TNI,” kata Yusri dalam konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3/26).

Mereka berasal dari TNI Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).

“Supaya enggak berkembang lagi, jadi AL dan AU ya,” ucapnya. (Sumber: Divisi Humas Mabes Polri).

Pewarta/Editor: Loh

Laode Hazirun

Ketua Umum Jurnal Sepernas."Sepernas satu2nya organisasi pers dari Indonesia timur yg merancang UU Pers tahun 1998 bersama 28 organisasi pers" HP: 0813-4277-2255