ππŽπ‹πˆπ“πˆπŠ- ππ„πŒπ„π‘πˆππ“π€π‡π€π

Setiawan Kunker ke Area Bendungan Pammukulu

Pattallassang, Jurnalsepernas.id – KONDISI area persawahan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami kekeringan, sehingga padi milik petani terancam gagal panen, salah satunya diakibatkan belum beroperasinya Bendungan Pammukulu yang ada di Desa Kale Koma’ra, Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), Takalar.

Mendapat kenyataan itu, Penjabat (Pj) Bupati didampingi Kepala Dinas Pertanian (Kadistan), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), dan Damkar, dan Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan Kunjungan Kerja (Kunker), Ahad (30/06).

Pj Bupati dan rombongan hendak berkoordinasi langsung dengan pihak pengelola Bendungan Pammukulu, agar pintu air segera dibuka supaya bisa mengaliri area persawahan.

Setiawan mengatakan, peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kesiapan Bendungan Pammukkulu sekaligus mengantisipasi kekeringan yang berkepanjangan, sehingga para Petani tidak mengalami gagal panen.

β€œKami berkoordinasi dengan pihak Bendungan Pammukulu untuk sedapat mungkin bisa membantu para petani yang sawah dan padinya mengalami kekeringan,” ujar Setiawan.

Ia juga meminta kepada Kadistan yang baru dilantik, agar selalu berkomunikasi dengan pihak Bendungan Pammukulu dan hasil konsultasi tersebut bisa disampaikan kepada para petani yang membutuhkan air di area persawahannya,” pungkas lulusan Queensland University of Technolog.

Sementara itu ditempat yang sama, H. Parawansa Kepala Dinas Pertanian Takalar mengungkapkan setelah berkoordinasi dengan pihak pengelola Bendungan Pammukulu masih adanya saluran irigasi memang sementara melakukan pembenahan dan perbaikan, namun pihaknya akan terus memantau agar pintu air tersebut bisa dibuka sesegera mungkin.

Selain itu, mantan Camat Polongbangkeng Utara juga segera menindaklanjuti arahan Pj Bupati untuk memerintahkan Kepala Desa (Kades) Kale Koma’ra supaya menyiapkan lahan di sekitar bendungan untuk ditanami beberapa jenis tanaman pertanian seperti sukun, nangka, kelapa, dan rambutan, bahkan meminta kepada Kades, agar bisa kerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam rangka penanaman beberapa jenis tanaman musiman.

Sebelumnya, Kadis Pertanian melakukan penyemprotkan air ke area persawahan yang mengalami kekeringan melalui mobil tangki bekerja sama Damkar Takalar untuk membantu petani. (Sumber: Diskiminfo-SP Pemkab Takalar).

Pewarta: Abd Rauf Ampa
Editor : Loh

Laode Hazirun

Ketua Umum Jurnal Sepernas. "Sepernas satu2nya organisasi pers dari Indonesia timur yg merancang UU Pers tahun 1998 bersama 28 organisasi pers" HP: 0813-4277-2255

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *