Sorot

Nepotisme Tersaji Bila Adik Bupati Jabat Kadisdikbud

Pattallassang, Jurnalsepernas.id — PASCA mutasi besar-besaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Desember 2025 lalu, dinamika birokrasi kembali menjadi perbincangan hangat publik.

Ketidakpuasan dari sejumlah kalangan, khususnya di sektor pendidikan, kembali mencuat seiring menguatnya wacana mutasi tahap kedua yang dikabarkan segera bergerak di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) pun kembali menjadi sorotan.

Meski hingga kini belum ada kepastian jadwal pelaksanaan mutasi lanjutan tersebut, informasi yang beredar menyebutkan, pengisian empat jabatan pimpinan tinggi Pratama (Eselon II.b) telah dipersiapkan.

Keempat jabatan itu masing-masing Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Inspektorat, Sekretaris Dewan (Sekwan), serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM.

Berdasarkan hasil seleksi administrasi pengisian jabatan pimpinan tinggi Pratama Eselon II.b tahun 2025, tercatat sebanyak 18 pelamar mendaftar dan 16 di antaranya dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi.

Dari jumlah tersebut, sejumlah nama mulai menguat dan disebut-sebut berpeluang mengisi jabatan strategis yang dilelang.

Empat nama yang santer disebut yakni Zulkarnain untuk posisi Sekwan, Dody Riyan Saputra untuk Dinas Koperasi dan UMKM, Muhammad Rusli untuk Inspektorat, serta Muhammad Faisal Irfan untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Nama terakhir menjadi perhatian publik lantaran diketahui merupakan adik kandung Bupati Takalar, Muhammad Fitdaus Daeng Manye.

Sorotan kian menguat karena Muhammad Faisal Irfan dikabarkan hanya memilih satu jabatan dari empat posisi yang dilelang, yakni Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Apabila posisi Kepala Dinas (Kadis) Dikbud Kabupaten Takalar diembat Muhammad Faisal Irfan yang notabene adik kandung bupati, maka sudah barang tentu terjadi nepotisme di jajaran pemerintahan Kabupaten Takalar.

Hal ini tentu melanggar perjuangan reformasi yang melarang; Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

“Terlihat sangat yakin akan posisi tersebut, karena hanya satu jabatan yang dipilih,” ujar seorang pengunjung kafe saat berbincang santai di salah satu kedai kopi di Takalar, Kamis sore (22/01/26).

Pewarta: Abd Rauf Ampa
Editor : Loh

Laode Hazirun

Ketua Umum Jurnal Sepernas."Sepernas satu2nya organisasi pers dari Indonesia timur yg merancang UU Pers tahun 1998 bersama 28 organisasi pers" HP: 0813-4277-2255