Daerah - Desa

Kota Tersempit di Sulawesi Selatan

Makassar, Jurnalsepernas.id – SETIAP daerah tidak sama luas dan jumlah penduduknya dan memiliki karakter dan ikon tersendiri bagi daerahnya. Demikian halnya daerah-daerah di Provinsi Sulawesi Selatan (Prov Sulsel), sesuai data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel yakni; terdiri dari 21 kabupaten dan tiga kota.

Dari jumlah tersebut, ada tiga kota yang tersempit, karena hanya mempunyai luas 0,21 persen dari total luas provinsi, tidak cukup luasnya 100 kilometer persegi

Penasaran kota-kota manakah yang dimaksud? Simak ulasan Jurnalsepernas.id lengkap dengan asal-usulnya.

Dilansir dari data resmi BPS Prov Sulsel, ke tiga kota tersebut ternyata memiliki luas wilayah tersempit di Sulawesi Selatan yakni; Kota Makassar (ibu kota), Kota Parepare, dan Kota Palopo,
seluruh kota ini hanya memiliki persentase terhadap luas provinsi kurang dari 1 persen.

Setelah melihat data di atas, dapat disimpulkan bahwa, daerah tersempit di Sulawesi Selatan adalah Kota Parepare.

Asal Usul Kota Parepare

Dilansir dari laman pareparekota.go.id, Kota Parepare ternyata dahulunya semak belukar yang selang-selingnya ada lubang-lubang tanah tempat tumbuhnya semak belukar tersebut.

Penamaan Parepare sendiri terjadi sejak zaman kerajaan sekitar abad XIV.

Menurut cerita Lontara Kerajaan Suppa, anak dari Raja Suppa meninggalkan Istana dan pergi ke bagian Selatan untuk membangun wilayah tersendiri pada tepian pantai, karena mempunyai hobi memancing.

Wilayah itu lantas dikenal sebagai kerajaan Soreang, lalu ada satu lagi kerajaan yang berdiri sekitar abad XV yaitu Kerajaan Bacukiki.

Dalam satu kunjungan persahabatan Raja Gowa XI, Manrigau Dg. Bonto Karaeng Tonapaalangga (1547-1566) berjalan-jalan dari kerajaan Bacukiki ke Kerajaan Soreang.

Kerajaan Gowa tertarik dengan pemandangan yang indah pada hamparan laut dan spontan menyebut; “Bajiki Ni Pare”.Artinya “Baik dibuat pelabuhan Kawasan ini,” ujar Raja Manrigau.

Semenjak itu, nama “Parepare” melekat sebagai Kota Pelabuhan. Parepare akhirnya ramai dikunjungi termasuk orang-orang melayu yang datang berdagang ke kawasan Suppa.

Saat ini, Kota Parepare adalah salah satu Kota Madya di Provinsi Sulawesi Selatan yang hari kelahirannya resmi ditetapkan pada 17 Februari 1960.

Kota Parepare merupakan tempat kelahiran Presiden Republik Indonesia ke-3 yakni B.J. Habibie. Karena kisah cinta B.J Habibie dan sang istri, Ainun yang menginspirasi, akhirnya dibuatlah Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun yang kini menjadi ikon Kota Parepare. (Sumber: Laman pareparekota.go.id).

Pewarta/Editor: Loh

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *