Sorot

Anggota SAPMA-PP Demo SPBU Kalampa

Takalar, Jurnalsepernas.id – Aksi unjuk rasa yang dilakukan Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA- PP) Gowa di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kalampa, di Jalan Poros Takalar, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Ahad,(15/02/26).

Aksi tersebut, memantik perhatian publik. Hal mana, dinilai sejumlah pihak tidak murni menyuarakan aspirasi masyarakat, melainkan diduga berkaitan dengan kepentingan pribadi seorang oknum diduga pengepul Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bernama Daeng Jiwa yang sudah tidak mendapat pelayanan lagi di SPBU tersebut.

Anehnya, dalam aksi tersebut, menggerakkan anggota Lembaga SAPMA-PP dari Kabupaten Gowa, Sulsel di wilayah hukum Kabupaten Takalar, di mana massa beraksi membakar ban bekas di halaman SPBU yang saat itu sedang beroperasi melayani penjualan BBM.

Tindakan tersebut, sempat menimbulkan kepanikan, karena dikhawatirkan memicu kebakaran.

Salah seorang karyawan SPBU Kalampa yang identitasnya minta tidak dipublis mengaku, pihaknya merasa dirugikan atas aksi tersebut. Dampaknya selain menyebabkan penurunan jumlah pembeli, pembakaran ban di area SPBU dinilai sangat berisiko.

“Kami sangat was-was karena, SPBU sedang beroperasi dan menjual BBM. Untung warga sekitar bersama karyawan segera memindahkan ban yang terbakar ke luar area SPBU, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar karyawan tersebut.

Pihak SPBU menegaskan tidak ada unsur premanisme dalam peristiwa tersebut. Karyawan hanya berupaya mencegah potensi kebakaran dengan memindahkan ban yang dibakar ke badan jalan poros.

Menurut infornasi yang dihimpun Jurnalsepernas.id, belakangan mencuat dugaan, aksi tersebut berkaitan dengan persoalan distribusi BBM jenis solar.

Informasi yang beredar menyebutkan, Sekretaris SAPMA- PP Gowa, Daeng Lewa, memiliki hubungan keluarga dengan seorang pengusaha solar bernama Daeng Jiwa, yang disebut telah lama mengambil solar di SPBU Kalampa.

Menurut keterangan karyawan yang namanya dirasiakan, Daeng Jiwa beberapa kali dinilai tidak tertib dalam prosedur pengisian solar menggunakan jeriken dan diduga memaksakan pengisian di luar aturan yang berlaku di SPBU.

Karena dianggap melanggar ketentuan, pihak SPBU kemudian menghentikan pelayanan pengisian solar kepada yang bersangkutan.

“Kami melayani pengisian solar berdasarkan surat rekomendasi dari desa atau kelurahan serta barcode yang telah terdaftar. Semua sesuai aturan. Tidak ada perlakuan khusus,” tegas karyawan lainnya.

Sebelum aksi berlangsung, penanggung jawab SPBU Kalampa, Basir mengatakan, pihaknya menerima pesan WhatsApp (WA) bernada tekanan.

Dalam pesan tersebut, pengirim mengisyaratkan akan mengerahkan massa dari Makassar jika persoalan tidak diselesaikan.

Atas kejadian itu, warga mempertanyakan motif aksi tersebut, juga menuai kekecewaan dari warga sekitar. Salah satunya, Daeng Tangnga, menilai demonstrasi itu terkesan tidak mewakili kepentingan publik.

“Di Takalar ini ada beberapa SPBU. Kenapa hanya SPBU Kalampa yang didemo? Ini terlihat seperti ada kepentingan pribadi. Kalau seperti ini, kredibilitas organisasi bisa dipertanyakan,” ujarnya dengan nada kesal.

Sehingga sejumlah warga sekitar SPBU Kalampa berharap, agar persoalan distribusi BBM diselesaikan melalui mekanisme yang sesuai aturan, bukan dengan aksi yang berpotensi membahayakan fasilitas umum dan masyarakat sekitar.

Hingga berita ini tayang, belum ada keterangan resmi dari pihak SAPMA-PP Gowa terkait tudingan tersebut.

Pewarta:Tajuddin
Editor : Loh

Laode Hazirun

Ketua Umum Jurnal Sepernas."Sepernas satu2nya organisasi pers dari Indonesia timur yg merancang UU Pers tahun 1998 bersama 28 organisasi pers" HP: 0813-4277-2255