Pendidikan - Budaya

Aktivis LSM Kuliah Dakwah di KDI

Makassar, Jurnalsepernas.id – MENUNTUT ilmu itu wajib hukumnya bagi muslimin dan muslimat. Belajar itu mulai dari ayunan semasa bayi hingga liang lahat.

Itulah yang membuat Samsul Hadi, SH CMT-ALC, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Patriot Peduli Indonesia (DPW LSM BPPI) Sulawesi Selatan (Sulsel) ini mau belajar lagi di Kampus DAI Indonesia (KDI) yang berpusat di Makassar.

Menurut Samsul Hadi, sebagai aktifis LSM yang sering berhadapan dengan masyarakat, bahkan seringkali harus memberikan presentasi advokasi bahkan ceramah dalam majelis atau perkumpulan.

“Sekaligus keprihatinannya, melihat masih banyak penceramah agama, khususnya Khotib Jumat yang terkesan belum optimal dalam berkhotbah. Padahal Khotbah Jum’at berbeda dengan pidato atau ceramah biasa,” ujar Samsul.

Khotbah Jum’at maupun Khotbah Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha memiliki syarat dan rukun yang harus dipenuhi. Jika kurang atau lalai tidak membaca salah satu syarat rukun khotbah tersebut, bisa batal atau tak sempurna ibadah saat itu. Itulah perlunya belajar khusus bagi para mubaligh dan Dai,” terang aktifis LSM BPPI yang juga relawan Masjid Indonesia ini Samsul Hadi, Sabtu (03/09).

Kampus Dai Indonesia atau KDI membuka kesempatan bagi masyarakat untuk kuliah belajar ilmu agama, khususnya pembekalan bagi para juru dakwah, mubaligh, dan penceramah, agar memiliki kapabilitas (kemampuan) dan integritas (kepribadian), sehingga tercipta Dai millenial yang kompeten (berkemampuan) dan kredibel (terpercaya).

KDI Kampus Dai Indonesia, kini beralamat di Jalan Rappocini Raya Makassar, Sulsel terselenggara berkat program pengembangan dakwah di bawah naungan Pengurus Pusat Ikatan Dai Muda Indonesia (PP-IDMI).

PP-IDMI teregistrasi pada Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
(Kemenkum HAM-RI) dan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol
Kota Makassar. Ust. Dr. H. Muhammad Irham A Muin, M.Th. I sebagai Ketua Umum dan Ust. Muhammad Irwan, M.Si. selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen).

Sedangkan program perkuliahan di Kampus DAI Indonesia di SK-kan PP-IDMI kepada pengelola Ustads Dr. H. Muhammad Rusli, SH.I, MH (Direktur), Ust. Muhammad Asriady, S.Hd, M.Th.I (Wadir Akademik), Takdir, SE (Wadir Keuangan), Ustads Ijjaz, S.Sos (Kabiro), Jumardi, SH, MH (Staf Akademik), Kamal, ST (Staf Keuangan), Wahyudi Sahri, S.H, MH (Staf Tata Usaha).

Para mahasiswa yang mengikuti kuliah rata-rata para pendakwah atau Dai Muda dan calon Dai berbagai disiplin ilmu. Bahkan beberapa aktivis organisasi kemasyarakatan dan Jurnalis media turut belajar menjadi Dai disini.
Tercatat hingga saat ini ada 40 mahasiswa KDI yang terhimpun di WAG KDI.

Materi Kuliah KDI meliputi Tahsin Qur’an, Tahfidz Al-Qur’an–Tahfidz Hadist, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Fiqih dan Fardhu Kifayah serta mata kuliah utama yakni Praktek Dakwah. Perkuliahan secara offline (kelas langsung) dan pembahasan via Whatsapp Grup (WAG), 30 % teori dan 70,% praktek.

Para pengajar terdiri dari Senior akademisi kampus ternama, mubaligh dan ulama serta Pengurus Pusat Ikatan Dai Muda Indonesia.

Perkuliahan dibuka khusus hari Sabtu, Fullday mulai pukul 8.00 sampai dengan 16.00 Wita. Bagi yang ingin bergabung menjadi pendakwah, silahkan merapat di KDI hubungi: Ustads Asriady (085395866911) dan Ustads Ijjas (08290841351).

Pewarta : Deddy Asnadi
Editor : Loh

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *