Suara Rakyat

Warga Parang Berong Belum Nikmati Listrik

Jeneponto, Jurnalsepernas.id – TELAH 76 bangsa ini merdeka, tapi masih ada segelintir orang yang bermukim di wilayah terpencil belum menikmati indahnya hidup dengan menggunakan alat penerangan yang namanya listrik.

Adalah Dusun Parang Benrong merupakan sebuah kampung tua terpencil yang berada di Desa Gunung Silanu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), warga setempat yang berjumlah sekitar 120 Kepala Keluarga (KK) sama sekali belum merasakan fasilitas penerangan listrik sebagaimana yang dirasakan warga negara lainnya di tanah air.

Warga Dusun Parang Benrong hingga saat ini masih menggunakan alat penerangan seadanya buatan sebdiri lazimnya tempo doeloe.

Nasrullah, S.Pdi, Kepala Desa Kades) Gunung Silanu saat ditemui rekan media, Kamis (19/05) membenarkan masih ada dusun yang masyarakatnya belum merasakan penerangan lampu (listrik) di malam hari seperti di kampung lain,

Terkait kondisi demikian sangat di sayangkan, sepertinya belum ada perhatian dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab Jeneponto atau pemerintah pusat dan perusahaan negara PT Persero PLN. Padahal pembangkit Energi listrik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) terbesar di Indonesia timur ada di Kabupaten Jeneponto.

Daeng Siama, salah seorang warga di Dusun Parang Nenrong mengatakan, untuk mendapatkan penerangan di malam hari, mereka menggunakan lampu obor, strongking dan ada juga yang menggunakan genset.

Untuk itu, Daeng Siama berserta warga lainnya berharap kepada pemerintah setempat kabupaten atau pemerintah pusat, agar dapat memperhatikan nasib mereka selaku masyarakat kecil. “Jangan selalu di anak tirikan kasian warga yang ada di Dusun Parang Benrong, Desa Gunung Silanu,” harap Siama.

Sangat disayangkan sebuah kampung di Jeneponto terbengkalai, padahal kampung ini sangat berpotensi dengan wisata alamnya. Apalagi adanya kebun kopi seluas 10 hektar jambu mente bahkan kebun teh juga ada di kampung ini.

Warga berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi yang ada di kampung parang benrong bukan hanya penerangan lampu di kampung tetapi juga pemerintah dapat memperhatikan akses jalan yang selama ini di lalui sekitar 5 hingga 6 kilo meter rusak parah yang tidak pernah diperbaiki selama 24 tahun.

Pewarta: Aziz Kawang
Editor : Loh

RUSMIN

Mengungkap Fakta Tampa Batas dengan melalui investigasi dan monitoring

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *