Ekonomi - Bisnis

Pasar Tradisional Nusa Sepi Pengunjung

Soe, Jurnalsepernas.id – PASAR tradisional merupakan sebuah sarana transaksi jual beli antarpedagang dan pembeli yang dilakukan masyarakat setempat yang dikelola secara sederhana dan berada di wilayah pedesaan .
Di tempat ini pedagang menjajakan dagangannya di bawah tenda-tenda yang lusuh, dimana pedagangnya duduk nongkrong menjaga jualannya berupa komoditas  hasil pertanian dan perjebunan warga.
Ada juga berupa Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang dibawakan oleh pedagang dari luar desa yang diperlukan untuk kebutuhan pangan sehari-hari yang fasilitas dan persediaan  barang dan jasa serba terbatas.
Berhubung fasilitas dan persediaan pangan terbatas, ditambah lagi harga (sembako) semakin melonjak naik, hal ini menyebabkan suasananya sepi dari pengunjung, tidak sehiruk-pikuk pasar modern yang ada di perkotaan.
Keadaan demikian terlihat pula pada Pasar Tradisional Nusa, Desa Nusa, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), dari hasil pantauan awak jurnalsepernas.id, pada Sabtu (05/03) nampak keadaan pasar sepi dan tak seperti biasanya.
Menurut keterangan salah seorang pelaku pasar tradisional yang namanya enggan disebutkan dan hanya di inisialkan ST, Pasar Tradisional Nusa terlihat lengang (sepi), karena pengaruh cuaca dan juga pengaruh Pandemi Corona Virus Disease 19 (Covid-19) yang masih menghantui masyarakat, sehingga berdampak pada omzet  pemasukan pedagang yang tergantung pada jumlah pembeli, sementara kebutuhan masyarakat makin bertambah.
Dengan kondisi demikian, sudah sepantasnyalah pihak- pihak yang berkompoten dalam hal ini pemerintah setempat selaku pemangku kebijakan memikirkan jalan keluarnya demi perkembangan  pasar yang menjadi alternatif pergulatan perekonomian masyarakat setempat dan sekitarnya .
Sementara bagi pelaku pasar yang lain yang juga enggan menyebutkan jati dirinya mengatakan, dengan adanya pasar Tradisional Nusa justru sangat bermanfaat untuk mendekatkan dan mempermudah akses ketersediaan barang kebutuhan bagi masyarakat setempat.
Pewarta: Yohanes Taemisa
Editor              : Loh

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *