Artis

Dorce Gamalama Dimakamkan Secara Laki-Laki

Jakarta, Jurnalsepernas.id – ARTIS senior Dorce Gamalama meninggal dunia pada Rabu, 16 Februari 2021.

Dorce Gamalama meninggal dunia dalam kondisi positif Corona Virus Disease 19 (Covid-19).

Sementara itu, muncul pertanyaan soal pemakaman Dorce, dimakamkan secara perempuan atau laki-laki, sebab sebelum meninggal Dorce mewasiatkan, dirinya dimakamkan secara wanita.

Hal tersebut pun dijawab oleh Pengurus Masjid Al Hayyu, Ustaz Anan Muhajir, yang juga akan memimpin langsung proses pemakaman Dorce Gamalama.

Pihaknya mengatakan, nantinya jenazah Dorce Gamalama akan dimakamkan secara laki-laki, karena dia melakukan operasi kelamin menjadi wanita.

“Kami semua tahu beliau dilahirkan seperti apa ya kita kembalikan lagi ke asal,” katanya di Masjid Al Hayyu, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu (16/02) siang, dilansir Wartakotalive.com.

Hal tersebut juga sesuai dengan syariat islam. “Karena yang penting kita lihat keimanan dia ke Allah SWT. Saya enggak lihat yang lain-lain dulu,” terang Anan.

Nantinya jenazah Dorce Gamalama juga akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bantar Jati, Bambu Apus, Jakarta Timur, hal tersebut pun atas keinginan keluarga.

“Nantinya akan ditumpuk dengan makam sepupunya,” kata Anan Muhajir.

Kronologi

Dorce meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Simprug, Jakarta, tepatnya pada pukul 07.00 WIB.

Hal tersebut dibenarkan oleh Mimi Artati, keponakan dari Dorce Gamalama.

Mimi menyebut Dorce meninggal dunia dalam kondisi positif Covid-19.

“Dokter memeriksa dan dinyatakan dari hasil rontgennya ada virus di paru-paru dan dinyatakan positif Covid-19,” katanya, dilansir oleh Kompas.com.

Mimi pun menceritakan kronologi Dorce saat mengalami penurunan kesehatan hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Hal tersebut dimulai pada Sabtu, 12 Februari 2022, saat itu kondisi Dorce masuk angin, muntah sepulang dari rumahnya di Lubang Buaya.

Kepergian Dorce ke Lubang Buaya pun tak diketahui oleh keluarga.

Lantaran kondisi Dorce tersebutlah, pihak keluarga memutuskan unutk membawanya ke RSPP Simprung, Jakarta.

Hari itu, Mimi bercerita, kondisi Dorce masih sadar dan bisa berinteraksi dengan keluarga lainnya. “Hari Sabtu malam kondisinya masih sadar, masih bisa diajak ngobrol walaupun sudah enggak nyambung. Dites masih negatif,” lanjut Mimi.

Berlanjut hari Minggu Dorce masih sadar, namun, pada Senin (14/02), kondisi Dorce menurun.

Mimi mendapat informasi dari Abu, anak terakhir mendiang, Dorce tidak sadarkan diri saat dipangil-panggil pun tak menyahut.

“Dia (Dorce) dipanggil, dicubit juga sudah enggak nyahut. Senin pagi mulai drop,” tutur Mimi.

Kondisi Dorce semakin melemah hingga mengembuskan napas pada Rabu pukul 07.00 WIB.

“Kemudian, meninggal pada Rabu (16/02), dikabari dari pihak Rumah Sakit jam 7 pagi,” ucap Mimi. (Sumber: Antara).

Pewarta/Editor: Loh

RUSMIN

Mengungkap Fakta Tampa Batas dengan melalui investigasi dan monitoring

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
Close