Breaking News

Wanita Bisa Juga Raih Bintang

Jakarta, Jurnalsepernas.id – PARA wanita yang mengabdi di Tentara Nasional Indonedia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), meraih bintang alias pangkat jenderal dinilai sangat luar biasa, sebab dibutuhkan kerja keras dan perjuangan menjadi personel militer atau kepolisian.

Meski dibilang terbatas, namun beberapa Srikandi tanah air mampu membuktikan diri meraih bintang sesuai impian dan harapan mereka tidak kalah dengan para pria yang jelas-jelas kesempatan dan kebebasan sangat berbeda dengan pria. Sekali lagi berkat kerja keras dilakukan para wanita ini di korpsnya masing-masing, mereka dapat menuju gerbang kesukesesan.

Penasaran siapa sajakah mereka? Simak ulasan informasinya berikut ini.

Jenderal Wanita Bintang Satu di TNI AD

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) kala itu, Jenderal TNI Andika Perkasa menghadiri acara Korps Kenaikan Pangkat dan Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Markas Besar Angkatan Darat (Mabes TNI-AD), Senin (6/7/2020).

Dalam momen itu, terdapat sosok wanita yang mencuri perhatian, yakni Kolonel TNI Winarni. Ia mendapatkan promosi kenaikan pangkat bintang satu menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI.

Sebelumnya, Brigjen Winarni mengemban amanat menjadi Komandan Pusat Pendidikan Komando Wanita Angkatan Darat (Kowad), dengan pangkat Kolonel.

Semenjak menerima kenaikan pangkat, Brigjen Winarni menjabat sebagai Widyaiswara Bidang Manajemen Pertahanan di Akademi Militer.

Komandan Wanita Pangkalan TNI-AL Pertama

Wanita tangguh selanjutnya, sempat menorehkan prestasi bersejarah di TNI Angkatan Laut, yakni Nora Lelyana. Dia menjadi komandan wanita pangkalan TNI-AL pertama di Indonesia, ketika masih berpangkat Kolonel.

Penugasan tersebut, diberikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana Bernard Kent Sondakh di tahun 2003. Sosoknya lantas jadi sorotan, lantaran menjadi seorang perwira Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) memimpin pangkalan.

Tantangan besar datang. Nora harus mengemban amanat di daerah rawan kasus, tepatnya sebagai Komandan Pangkalan Angkatan Laut di Dumai, Riau. Kesuksesan Nora di sana, menjadi titik awal sang perwira wanita AL ini memimpin pangkalan di era selanjutnya. Kini dia memiliki pangkat Laksamana Pertama TNI drg. R.A. Nora Lelyana, M.H.Kes., F.I.C.D.

Rencana kerja yang disusun Nora pun begitu apik. Ia seakan membuktikan sebagai wanita juga bisa memimpin pangkalan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perawatan Personel TNI Angkatan Laut itu.

Jenderal Wanita TNI-AU

Seorang Wanita Angkatan Udara (Wara) menorehkan sejarah baru di TNI Angkatan Udara. Namanya Reki Irene Lumme menjadi perempuan pertama yang tembus bintang dua di TNI-AU dan kini menyandang pangkat bintang dua alias Marsekal Muda (Marsda).

Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini ialah menjadi Oditur Jenderal (Orjen) TNI, Babinkum TNI. Wanita kelahiran Pasuruan, Jawa Timur, 11 April 1966 itu berasal dari kecabangan Korps Khusus (Korsus). Sebagai lulusan Sekolah Perwira Militer Sukarela (Sepamilwa) angkatan 1993.

Sebelumnya, wanita yang akrab disapa Irene ini juga sempat mengemban tugas sebagai Kepala Pengadilan Militer Tinggi (Kadimilti) II Jakarta. Selain itu, Marsda Irene juga pernah mengikuti seleksi calon hakim agung militer di tahun 2019.

Ia resmi menjadi Wara pertama yang menjadi jenderal bintang dua di TNI- AU. Kenaikan  pangkatnya langsung disematkan Panglima TNI Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto dalam sebuah upacara kenaikan pangkat beberapa waktu lalu.

Sebelum menerima bintang dua, Marsda Irene sempat menjabat sebagai Kepala Pengadilan Militer Tinggi (Kadimilti) II Jakarta. Kariernya di militer berjalan cukup apik, ia sekian kali menduduki jabatan strategis lain.

Jenderal Wanita Jadi Kapolda

Sosok inspirasi wanita tangguh berikutnya, berasal dari lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Polwan ini menjadi perwira tinggi wanita yang menjadi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda).

Brigjen Pol (Purn) Rumiah Kartoredjo merupakan seorang Brigadir Jenderal yang mengemban amanat sebagai pimpinan tertinggi di Kepolisian Daerah (Polda) Banten pada Januari 2008.

Hebatnya lagi, mantan perwira tinggi Polri ini rupanya pernah menorehkan prestasi di bidang olahraga. Bermula dari sejak masih di bangku SMP, Rumiah pernah menjadi atlet daerah.

Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Sekolah Tinggi Olah Raga (IKIP) Surabaya (sekarang Unesa) tahun 1975. Menariknya, Rumiah pun menjadi atlet nasional softball dan berlaga di Sea Games.

Ia pun meraih kemenangan dengan membawa pulang medali emas. Meski sayangnya, ia tak menamatkan perkuliahannya. Akhirnya Rumiah memutuskan untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Perwira Militer Sukarelawan (Sepa Milsukwan) ABRI tahun 1978.

Tak berhenti di situ, Rumiah juga melanjutkan pendidikan di Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa) Polri tahun 1990. Ia tampak terus mengembangkan diri di dunia kepolisian dengan mengikuti pendidikan pada Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (Seskoad) tahun 1995 dan Sekolah Staf Perwira Tinggi (Sespati) Polri pada 2003.

Sebelum menjabat Kapolda wanita pertama, Rumiah sempat menduduki sejumlah jabatan strategis lain di Polri. Diketahui Rumiah pernah mengemban tugas menjadi Komandan Peleton (Danton) Seba Polisi Wanita (Polwan), Kepala Sekolah Polwan (1999), Sekretaris Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Seslemdiklat) Polri.

Hingga kini tercatat Rumiah telah meraih sedikitnya lima tanda jasa, yaitu Satya Lencana Kesetiaan 8 Tahun, Karya Bakti, Dwidya Sistha, Kesetiaan 16 Tahun dan Bintang Bhayangkara Naraya. (Sumber: Ikatan Jurnalis Kepolisian).

Pewarta/Editor: Loh

RUSMIN

Mengungkap Fakta Tampa Batas dengan melalui investigasi dan monitoring

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *